Skip to content

“Memaknai Ambisi sebagai Energi Positif: Pengajian SPs UPI Ajak Generasi Muda Membangun Perilaku Berintegritas”

  • by

Bandung, 23 Oktober 2026 – Ambisi kerap dipandang secara negatif oleh sebagian generasi muda, termasuk Generasi Z dan Generasi Alfa. Padahal, ambisi pada hakikatnya merupakan dorongan positif yang dapat menjadi landasan untuk meraih cita-cita, mengembangkan potensi diri, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Pemaknaan ambisi yang tepat menjadi penting agar generasi muda mampu membedakan antara keinginan untuk mencapai keberhasilan dengan perilaku yang menghalalkan segala cara.

Pesan tersebut menjadi salah satu refleksi dalam kajian yang disampaikan oleh Dr. Muhammad Zein Permana, S.Psi., M.Si. Dalam pemaparannya, ambisi tidak semestinya dimaknai sebagai sifat yang selalu negatif, melainkan sebagai dorongan untuk mencapai tujuan yang perlu diarahkan oleh nilai-nilai moral, kesadaran diri, dan tanggung jawab. Ambisi yang disertai niat baik, kedisiplinan, serta komitmen terhadap kebenaran dapat menjadi kekuatan untuk mendorong perubahan dan kemajuan.

Pembahasan mengenai ambisi juga berkaitan erat dengan perilaku manusia. Dalam bahasa Inggris, terdapat istilah behavior dan act yang dapat digunakan untuk membahas perilaku, tetapi keduanya memiliki penekanan makna yang berbeda. Behavior merujuk pada pola perilaku yang dapat terbentuk melalui kebiasaan, pembelajaran, maupun respons seseorang terhadap lingkungan, sedangkan act lebih menekankan pada tindakan tertentu yang dilakukan seseorang. Tindakan tersebut dapat melibatkan kesadaran dan pilihan, meskipun tidak semua penggunaan istilah act secara otomatis berarti tindakan yang sepenuhnya disadari.

Perbedaan ini memberikan pelajaran bahwa ambisi tidak cukup dinilai hanya dari keinginan atau tujuan yang dimiliki seseorang. Ambisi juga perlu dilihat dari bagaimana seseorang bertindak, mengambil keputusan, serta mempertanggungjawabkan setiap pilihan yang dibuatnya. Dengan kesadaran tersebut, generasi muda diharapkan mampu mengelola ambisi secara bijaksana, membangun kebiasaan positif, dan menjadikan nilai-nilai etika sebagai pedoman dalam mencapai keberhasilan.

Untuk memperdalam pemahaman tersebut, Dr. Muhammad Zein Permana, S.Psi., M.Si. mengangkat kisah Nabi Muhammad saw. dalam Perang Khandaq. Dalam peristiwa bersejarah ini, kaum Muslimin menghadapi ancaman besar dari pasukan sekutu. Atas usulan Salman Al-Farisi, kaum Muslimin menggali parit sebagai strategi pertahanan untuk melindungi Madinah. Pembangunan parit tersebut mencerminkan pentingnya perencanaan, kerja sama, ketekunan, dan kesediaan menghadapi tantangan demi tujuan bersama.

Kisah Perang Khandaq mengajarkan bahwa tekad untuk mencapai tujuan perlu disertai strategi yang tepat, kesabaran, dan tanggung jawab. Ambisi yang positif tidak hanya berorientasi pada pencapaian pribadi, tetapi juga diarahkan untuk kepentingan yang lebih luas. Ketika dihadapkan pada kesulitan, seseorang dituntut untuk tetap berpegang pada prinsip, bekerja sama dengan orang lain, serta mengambil keputusan secara bijaksana. Nilai-nilai tersebut relevan bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan pendidikan, dunia kerja, maupun kehidupan bermasyarakat.

Dalam perspektif Sustainable Development Goals, pesan ini selaras dengan SDGs 4: Quality Education, khususnya dalam mendorong pendidikan yang tidak hanya mengembangkan kemampuan intelektual, tetapi juga membentuk karakter, etika, dan tanggung jawab sosial. Pemahaman mengenai ambisi yang sehat dapat menjadi bagian dari pendidikan karakter yang membantu generasi muda mengembangkan potensi diri secara seimbang. Selain itu, semangat perjuangan, kolaborasi, dan ketekunan dalam kisah Perang Khandaq juga relevan dengan SDGs 16: Peace, Justice and Strong Institutions, melalui penanaman nilai kejujuran, tanggung jawab, pengambilan keputusan yang bijaksana, dan komitmen terhadap prinsip-prinsip moral.

Dari perspektif Zona Integritas, pemaknaan ambisi menjadi pengingat bahwa keberhasilan harus dicapai melalui proses yang jujur, transparan, dan bertanggung jawab. Ambisi untuk meraih prestasi, jabatan, maupun pengakuan perlu berjalan seiring dengan integritas, bukan menjadi alasan untuk melakukan kecurangan atau mengabaikan etika. Nilai ini relevan bagi seluruh sivitas akademika dalam membangun budaya kerja yang profesional, menolak segala bentuk penyimpangan, serta mengutamakan kualitas pelayanan dan tanggung jawab terhadap amanah yang diberikan.

Melalui kajian ini, generasi muda diharapkan dapat memandang ambisi sebagai energi positif untuk bertumbuh dan memberikan manfaat bagi sesama. Ambisi yang diarahkan oleh niat baik, diwujudkan melalui tindakan yang bertanggung jawab, serta dijaga dengan integritas akan menjadi kekuatan untuk meraih keberhasilan yang bermakna. Sejalan dengan komitmen Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia dalam membangun lingkungan akademik yang ilmiah, edukatif, dan religius, nilai-nilai tersebut menjadi landasan penting dalam melahirkan generasi unggul yang berkarakter, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa.