Bandung, 12–13 Oktober 2026 – Program Studi Pendidikan Umum dan Karakter, Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia (SPs UPI), menyelenggarakan International Conference on General and Character Education (ICon Gen-CE) 2026 pada 12–13 Oktober 2026. Mengangkat tema “Transforming General and Character Education in the Digital Era,” konferensi dilaksanakan secara hybrid dengan mempertemukan akademisi, peneliti, dosen, guru, mahasiswa, praktisi pendidikan, dan pemangku kebijakan.

Hari pertama konferensi berlangsung di Auditorium Sekolah Pascasarjana UPI dan diikuti secara hybrid. Rangkaian pembukaan diawali dengan laporan Ketua Pelaksana ICon Gen-CE 2026, Dr. Imas Kurniawaty, M.Pd., dilanjutkan sambutan Ketua Program Studi Pendidikan Umum dan Karakter, Dr. Asep Dahliyana, M.Pd. Konferensi dibuka secara resmi oleh Dekan Sekolah Pascasarjana UPI, Prof. Dr. Juntika Nurihsan, M.Pd.


Konferensi menghadirkan tiga narasumber dari Indonesia, Malaysia, dan Jepang. Assoc. Prof. Dr. Nadarajan A/L Thambu dari Universiti Pendidikan Sultan Idris, Malaysia, membahas pendidikan moral dalam masyarakat majemuk serta pemanfaatan pedagogi partisipatif untuk mengembangkan penalaran, kepekaan, dan tindakan moral peserta didik.
Prof. Dr. Mikihiro Moriyama dari Nanzan University, Jepang, mengangkat pendidikan karakter Jepang serta pemaknaan kontemporer terhadap semangat Bushidō. Nilai-nilai integritas, kedisiplinan, keberanian, rasa hormat, tanggung jawab, pengendalian diri, dan ketekunan dibahas dalam kaitannya dengan budaya sekolah, kehidupan sosial, pendidikan moral, dan pembelajaran lintas budaya.
Perspektif Indonesia disampaikan oleh Prof. Dr. Encep Syarief Nurdin dari Universitas Pendidikan Indonesia. Paparannya menempatkan Pancasila sebagai landasan nilai dan arah kebijakan pendidikan karakter, sekaligus membahas penerjemahan nilai-nilai tersebut ke dalam pembelajaran, budaya lembaga pendidikan, keteladanan, dan tanggung jawab kewargaan.
Pembahasan ketiga narasumber juga diarahkan pada persoalan pendidikan karakter dalam kehidupan digital. Beberapa isu yang menjadi perhatian meliputi integritas akademik dalam penggunaan kecerdasan artifisial, disinformasi, perundungan siber, tekanan kelompok di media sosial, penghargaan terhadap perbedaan, serta pentingnya membangun pertimbangan etis sebelum menggunakan dan membagikan informasi.


Pada hari kedua, konferensi dilanjutkan dengan sesi presentasi paralel secara luring di Travello Hotel Bandung dan secara daring melalui beberapa breakout room. Puluhan presenter memaparkan hasil penelitian dan gagasan ilmiah dalam lingkup pendidikan umum dan karakter, pendidikan tinggi, pendidikan dasar dan menengah, masyarakat, serta kebijakan publik. Forum tersebut memberikan ruang bagi pertukaran temuan, diskusi akademik, dan pengembangan rekomendasi pendidikan karakter yang sesuai dengan konteks lembaga dan masyarakat.
Dari perspektif kinerja universitas, penyelenggaraan ICon Gen-CE 2026 selaras dengan Indikator Kinerja Utama UPI yang berkaitan dengan peningkatan aktivitas dan prestasi mahasiswa. Konferensi ini menyediakan ruang bagi mahasiswa untuk menghasilkan karya ilmiah, mempresentasikan gagasan, memperoleh umpan balik akademik, serta membangun jejaring dengan peneliti dan praktisi pendidikan. Pertemuan akademik Indonesia, Malaysia, dan Jepang juga mendukung penguatan kerja sama Tridarma yang aktif dan berdampak pada tingkat nasional dan internasional.

Pertukaran pengetahuan dalam konferensi diharapkan berkembang menjadi penelitian bersama, publikasi ilmiah, pengembangan pedagogi, pertukaran akademik, dan program pendidikan lintas negara. Penyelenggaraan ICon Gen-CE 2026 sekaligus berkontribusi terhadap capaian Indikator Kinerja Khusus SPs UPI dalam penyelenggaraan seminar internasional. Melalui ICon Gen-CE 2026, SPs UPI menegaskan komitmennya dalam mengembangkan pendidikan umum dan karakter yang responsif terhadap transformasi digital, berakar pada nilai-nilai kebangsaan dan kemanusiaan, serta terbuka terhadap pembelajaran lintas budaya.
Penyelenggaraan International Conference on General and Character Education (ICon Gen-CE) 2026 mendukung pencapaian SDGs 4 Quality Education melalui penguatan kualitas pendidikan, pengembangan karakter, pertukaran pengetahuan, serta kolaborasi akademik lintas negara. Diskusi ilmiah yang melibatkan akademisi dari Indonesia, Malaysia, dan Jepang turut mendorong pengembangan praktik pendidikan yang inklusif, beretika, dan relevan dengan tantangan era digital. Selain itu, forum ini berkontribusi terhadap SDGs 17 Partnerships for the Goals melalui perluasan jejaring internasional dan penguatan kerja sama pendidikan, penelitian, serta pengembangan inovasi pembelajaran.
Penyelenggaraan ICon Gen-CE 2026 juga mencerminkan komitmen SPs UPI dalam mendukung pembangunan Zona Integritas melalui penguatan budaya akademik yang menjunjung tinggi integritas, profesionalisme, transparansi, akuntabilitas, dan tanggung jawab. Pembahasan mengenai etika penggunaan kecerdasan artifisial, integritas akademik, serta pencegahan disinformasi menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan pendidikan yang berintegritas. Komitmen tersebut sejalan dengan upaya mewujudkan tata kelola kelembagaan yang baik, pelayanan pendidikan yang berkualitas, serta budaya kerja yang berorientasi pada peningkatan mutu dan kepercayaan publik.
Official Photos of ICon Gen-CE 2026

