Bandung, 28 Agustus 2026 – Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia (SPs UPI) kembali menyelenggarakan pengajian rutin yang telah memasuki tahun ketiga sebagai bagian dari upaya membangun kehidupan sivitas akademika dan tenaga kependidikan yang tidak hanya unggul secara akademik dan profesional, tetapi juga memiliki landasan keimanan, ketakwaan, serta integritas dalam menjalankan setiap amanah.
Pengajian yang dilaksanakan pada Jumat, 28 Agustus 2026, tersebut menjadi ruang refleksi spiritual bagi keluarga besar SPs UPI untuk kembali menguatkan hubungan dengan Allah SWT sekaligus menginternalisasikan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab di lingkungan kerja.
Dalam kajian disampaikan bahwa iman dan rasa aman merupakan dua hal yang memiliki keterkaitan erat. Seseorang yang beriman akan memiliki keyakinan bahwa segala sesuatu terjadi atas izin Allah SWT. Keyakinan tersebut menjadi sumber ketenangan dan kekuatan dalam menghadapi berbagai keadaan. Sebaliknya, kehidupan yang tidak dilandasi keimanan dapat menghadirkan kehampaan meskipun seseorang memiliki berbagai pencapaian secara lahiriah.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa setiap aktivitas pekerjaan hendaknya diawali dengan niat karena Allah SWT. Bekerja bukan hanya sebagai kewajiban profesional, tetapi juga dapat menjadi ibadah apabila dilakukan dengan niat yang benar, penuh tanggung jawab, dan memberikan manfaat bagi sesama. Dengan demikian, setiap tugas yang dilaksanakan di lingkungan SPs UPI diharapkan memiliki nilai kebermanfaatan sekaligus keberkahan.
Kajian juga mengingatkan pentingnya membangun kebiasaan bekerja sambil berdzikir. Memperbanyak zikir dalam berbagai aktivitas menjadi salah satu cara untuk senantiasa mengingat Allah SWT, menjaga ketenangan hati, dan menyadari bahwa setiap amanah yang diberikan akan dipertanggungjawabkan.
Salah satu pesan utama yang disampaikan adalah pentingnya bersyukur atas setiap nikmat yang diberikan Allah SWT. Berlandaskan Q.S. Ibrahim ayat 7, manusia diingatkan bahwa syukur menjadi jalan bertambahnya nikmat. Kebahagiaan tidak semata-mata ditentukan oleh banyaknya harta atau pencapaian material, tetapi tumbuh dari kemampuan untuk menerima dan mensyukuri apa yang dimiliki serta menggunakannya di jalan yang diridai Allah SWT.
Setiap nikmat, baik berupa ilmu, kesehatan, waktu, pekerjaan, jabatan, kesempatan maupun rezeki, perlu dimanfaatkan secara bertanggung jawab. Nikmat yang tidak disyukuri dapat kehilangan keberkahannya. Oleh karena itu, rasa syukur perlu diwujudkan dalam tindakan nyata dengan menggunakan setiap potensi dan sumber daya yang dimiliki untuk memberikan manfaat bagi orang lain dan kemajuan institusi.
Nilai-nilai yang diangkat dalam pengajian memiliki keterkaitan dengan agenda Sustainable Development Goals, khususnya SDGs 3: Good Health and Well-Being, melalui penguatan kesejahteraan mental dan spiritual. Kedekatan kepada Allah SWT, ketenangan hati, rasa syukur, dan kemampuan menerima kehidupan dengan lapang dada menjadi bagian dari upaya membangun kesejahteraan individu secara holistik.
Kegiatan ini juga mendukung SDGs 4: Quality Education, khususnya dalam pengembangan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan karakter, nilai, dan kepribadian. Penguatan keimanan dan akhlak menjadi bagian penting dalam membangun sumber daya manusia yang berkarakter dan bertanggung jawab.
Selain itu, penguatan nilai kejujuran, tanggung jawab, amanah, dan kesadaran bahwa setiap pekerjaan merupakan bentuk pengabdian turut mendukung SDGs 16: Peace, Justice and Strong Institutions. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun institusi yang kuat, berintegritas, transparan, dan mampu memberikan pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat.
Dalam konteks Zona Integritas (ZI), pengajian rutin menjadi salah satu ruang pembinaan yang mendukung penguatan budaya organisasi berbasis nilai. Integritas tidak hanya berkaitan dengan kepatuhan terhadap aturan dan prosedur, tetapi juga menyangkut karakter dan kesadaran moral setiap individu dalam menjalankan amanah.
Pesan untuk bekerja karena Allah SWT, melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, bersyukur atas amanah yang diterima, serta menggunakan setiap nikmat di jalan kebaikan menjadi relevan dengan upaya SPs UPI dalam membangun budaya kerja yang berintegritas.
Keimanan yang diinternalisasikan dalam pekerjaan diharapkan dapat mendorong setiap individu untuk bekerja secara jujur, disiplin, bertanggung jawab, melayani dengan tulus, serta menghindari berbagai bentuk penyalahgunaan kewenangan. Dengan demikian, pembangunan Zona Integritas tidak hanya diwujudkan melalui sistem dan tata kelola, tetapi juga melalui perubahan pola pikir dan budaya kerja.
Pengajian yang telah berlangsung selama tiga tahun ini diharapkan terus menjadi bagian dari pembinaan spiritual dan karakter keluarga besar SPs UPI. Kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda rutin, tetapi mampu diterjemahkan ke dalam perilaku nyata dalam melaksanakan tugas, memberikan pelayanan, membangun hubungan kerja, dan menjalankan amanah institusi.
Melalui penguatan keimanan, rasa syukur, dan integritas, SPs UPI terus berkomitmen membangun lingkungan akademik dan kerja yang unggul, berkarakter, berintegritas, dan berorientasi pada kebermanfaatan. Setiap pekerjaan diharapkan tidak hanya menghasilkan capaian institusional, tetapi juga menjadi bentuk ibadah dan pengabdian kepada Allah SWT.
Dengan demikian, semangat membangun SPs UPI yang unggul dapat berjalan seiring dengan upaya mewujudkan pembangunan berkelanjutan melalui SDGs serta memperkuat komitmen Zona Integritas menuju tata kelola perguruan tinggi yang bersih, akuntabel, dan berintegritas.
