Bandung, 31 Juli 2026 – Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Sekolah Pascasarjana (SPUniversitas Pendidikan Indonesia menyelenggarakan Rapat Koordinasi Pelaksanaan Perkuliahan Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru Gelombang I Semester 2 Tahun 2026 di Ruang Meeting Bumi Siliwangi Hotel by My Hospitality, Bandung. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menyamakan persepsi sekaligus memperkuat koordinasi seluruh pemangku kepentingan dalam penyelenggaraan program PPG yang berkualitas.
Rapat koordinasi dihadiri oleh Rektor UPI, Dekan Sekolah Pascasarjana, para Wakil Dekan, Ketua dan Sekretaris Program Studi PPG, para ketua program studi mitra, koordinator bidang studi, dosen pengampu mata kuliah, serta tenaga kependidikan yang terlibat dalam pelaksanaan Program PPG. Kehadiran seluruh unsur tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam memastikan setiap tahapan pembelajaran berjalan secara efektif, terintegrasi, dan sesuai dengan standar mutu Universitas Pendidikan Indonesia.

Dalam sesi pembukaan dan penyampaian arahan, Dekan Sekolah Pascasarjana UPI, Prof. Dr. Juntika Nurihsan, M.Pd., mengingatkan kembali esensi mendasar seorang pendidik sebagai aktor utama dalam transformasi pendidikan. Beliau menegaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan Pendidikan Profesi Guru tidak hanya ditentukan oleh kurikulum dan teknologi, tetapi juga oleh kolaborasi seluruh elemen pendidikan. “Tanpa kolaborasi, tidak ada pengembangan pendidikan. Semua elemen memiliki kontribusi penting,” tegasnya.
Di tengah pesatnya perkembangan digitalisasi, Prof. Juntika menekankan bahwa guru dan dosen tetap menjadi penentu utama efektivitas pembelajaran melalui keselarasan nilai-nilai imanen pedagogik dan psikologi positif. Menurutnya, teknologi hanyalah instrumen pendukung, sedangkan ruh pendidikan terletak pada ketulusan dan panggilan hati seorang pendidik dalam membimbing peserta didik.
“Kalau mengajar dari panggilan jiwa, maka nikmatnya luar biasa,” ungkap beliau. Pesan tersebut menjadi refleksi bagi seluruh dosen, guru, dan pemangku kepentingan pendidikan bahwa kualitas pembelajaran tidak hanya dibangun melalui inovasi digital, tetapi juga melalui dedikasi, empati, dan nilai-nilai kemanusiaan yang dihidupi oleh setiap pendidik.
Menutup arahannya, Prof. Juntika mengajak seluruh peserta untuk terus memperkuat semangat kolaborasi dan menjadikan nilai-nilai imanen pedagogik sebagai fondasi dalam setiap proses pembelajaran. “Yuk, kita selaraskan nilai-nilai imanen pedagogik dalam setiap ruang belajar kita!” ajakan tersebut menjadi penegasan bahwa pendidikan yang bermakna lahir dari sinergi, keteladanan, dan komitmen bersama dalam menciptakan pengalaman belajar yang berkualitas.
Kegiatan diawali dengan registrasi peserta dan pembukaan yang diisi dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars PPG, serta laporan penyelenggaraan kegiatan oleh panitia dan Ketua Program Studi PPG. Selanjutnya, pimpinan UPI dan Sekolah Pascasarjana memberikan sambutan, membuka kegiatan secara resmi, serta menyampaikan arahan mengenai pelaksanaan perkuliahan PPG Calon Guru Gelombang I Semester 2 Tahun 2026 sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan profesi guru di Indonesia.
Agenda utama rapat difokuskan pada penyamaan persepsi mengenai pelaksanaan Projek Kepemimpinan serta Seminar PPG bagi mahasiswa PPG Calon Guru Gelombang I Semester 2 Tahun 2026. Diskusi yang berlangsung melibatkan seluruh peserta untuk membahas mekanisme pelaksanaan, standar akademik, evaluasi, hingga strategi pendampingan mahasiswa sehingga setiap proses pembelajaran dapat terlaksana secara optimal, terukur, dan berorientasi pada capaian kompetensi lulusan.

Melalui rapat koordinasi ini, Sekolah Pascasarjana UPI menegaskan komitmennya dalam membangun sinergi antarunit, memperkuat tata kelola akademik, serta meningkatkan kualitas penyelenggaraan Pendidikan Profesi Guru. Koordinasi yang baik diharapkan mampu menghasilkan lulusan guru profesional yang tidak hanya menguasai kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian, tetapi juga memiliki kepemimpinan, kemampuan berkolaborasi, serta kesiapan menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21.
Penyelenggaraan kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals, khususnya SDG 4 Quality Education melalui penguatan mutu pendidikan profesi guru, SDG 16 Peace, Justice and Strong Institutions melalui tata kelola akademik yang transparan dan kolaboratif, serta SDG 17 Partnerships for the Goals melalui sinergi antara pimpinan universitas, program studi, dosen, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan.
