Bandung, 29 Juli 2026 – Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia bekerja sama dengan Arsip Universitas Universitas Pendidikan Indonesia melalui Seksi Pembinaan dan Pengawasan Kearsipan menyelenggarakan Bimbingan Teknis Kearsipan di Lingkungan Sekolah Pascasarjana pada Rabu (29/7/2026) di Ruang Kelas Lantai 6 Gedung SPs UPI. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan Ketua Program Studi, serta tenaga kependidikan di lingkungan SPs UPI sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan kearsipan sekaligus memperkuat tata kelola administrasi yang profesional, transparan, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Kegiatan dibuka oleh Dekan Sekolah Pascasarjana, Prof. Dr. Juntika, M.Pd., yang dalam sambutannya menegaskan bahwa pembinaan kearsipan merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas tata kelola kelembagaan di lingkungan SPs UPI. Menurutnya, berbagai capaian yang telah diraih Sekolah Pascasarjana merupakan hasil komitmen seluruh sivitas akademika dalam memenuhi berbagai indikator kinerja. Namun demikian, penyelenggaraan kearsipan masih perlu terus diperkuat agar mampu mendukung administrasi yang semakin tertib dan berkualitas.
“Saya berharap melalui bimbingan dari para ahli kearsipan, kita dapat memperoleh ilmu dan pemahaman yang lebih baik sehingga pengelolaan arsip di Sekolah Pascasarjana menjadi semakin tertata dan berkualitas. Harapan saya, hari ini harus lebih baik dari hari kemarin,” ujar Prof. Juntika.

Bimbingan teknis menghadirkan dua narasumber dari Arsip Universitas , yaitu Asep Mulyana, S.A.P., M.Pd., Kepala Seksi Pembinaan dan Pengawasan Kearsipan, serta Adhyina Suryaning Putri, A.Md. Dalam paparannya, Asep menjelaskan bahwa pengelolaan arsip yang baik merupakan fondasi utama dalam mendukung akuntabilitas institusi, sekaligus menjadi bukti autentik atas seluruh aktivitas organisasi. Arsip yang dikelola secara tertib dan sistematis akan memudahkan proses audit, akreditasi, monitoring, maupun evaluasi kelembagaan.
Asep menegaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan kearsipan tidak hanya menjadi tanggung jawab satu unit, tetapi memerlukan keterlibatan seluruh program studi dan setiap seksi di lingkungan universitas. Menurutnya, bukti pelaksanaan setiap kegiatan berada pada arsip yang dihasilkan. Oleh karena itu, semakin baik pengelolaan arsip, semakin mudah pula setiap dokumen ditemukan ketika dibutuhkan sehingga proses audit dan akreditasi dapat berjalan secara efektif dan efisien.
Lebih lanjut, Asep menjelaskan bahwa peningkatan kualitas penyelenggaraan kearsipan juga didukung oleh penguatan kompetensi sumber daya manusia melalui berbagai pendidikan dan pelatihan teknis. Ia turut menyoroti pentingnya penyusunan Daftar Arsip sebagai salah satu indikator utama dalam penilaian penyelenggaraan kearsipan. Selain itu, pengawasan kearsipan mencakup pengelolaan arsip dinamis dan penguatan sumber daya kearsipan sebagai bagian dari upaya membangun sistem tata kelola arsip yang modern dan berkelanjutan.
Pada sesi berikutnya, Adhyina Suryaning Putri, A.Md. menyampaikan materi teknis mengenai implementasi pengelolaan arsip di unit kerja. Materi yang disampaikan meliputi tata naskah dinas, klasifikasi arsip, pemberkasan, jadwal retensi arsip, hingga mekanisme penataan dokumen yang sesuai dengan standar kearsipan nasional. Peserta juga memperoleh pemahaman praktis mengenai penerapan prosedur pengelolaan arsip yang dapat diimplementasikan dalam aktivitas administrasi sehari-hari di lingkungan SPs UPI.
Dalam kesempatan tersebut, Asep juga mengingatkan pentingnya penggunaan Tanda Tangan Elektronik (TTE) tersertifikasi guna menjamin keabsahan dokumen elektronik. Arsip Universitas UPI terus mendorong percepatan implementasi TTE bagi pejabat yang berwenang sebagai bagian dari transformasi tata kelola dokumen elektronik yang lebih efektif, aman, dan akuntabel.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab yang dimanfaatkan peserta untuk menyampaikan berbagai tantangan dalam pengelolaan arsip di unit kerja masing-masing. Berbagai masukan dan solusi yang diberikan narasumber diharapkan dapat menjadi pedoman dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan kearsipan di lingkungan Sekolah Pascasarjana UPI.
Melalui kegiatan ini, Sekolah Pascasarjana UPI menegaskan komitmennya untuk terus membangun budaya sadar arsip, meningkatkan kompetensi tenaga kependidikan, serta memperkuat tata kelola administrasi yang profesional, efektif, dan berintegritas. Pengelolaan arsip yang baik diharapkan mampu mendukung peningkatan kualitas layanan akademik maupun nonakademik serta memperkuat kesiapan institusi dalam menghadapi berbagai proses audit, akreditasi, dan penjaminan mutu.
Pelaksanaan Bimbingan Teknis Kearsipan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals, khususnya SDGs 4 Quality Education melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, SDGs 16 Peace, Justice and Strong Institutions melalui penguatan tata kelola kelembagaan yang transparan, efektif, dan akuntabel, serta SDGs 17 Partnerships for the Goals melalui kolaborasi antara Arsip Universitas UPI dan Sekolah Pascasarjana UPI dalam mewujudkan sistem administrasi yang berkualitas dan berkelanjutan.
