Skip to content

“Tak Hanya Bicara Pendidikan, Dosen Psikologi Pendidikan SPs UPI Angkat Isu Gender dan Inklusi di Winter School 2026”

  • by

MEDAN, 30 JUNI 2026 – Dosen Program Studi Psikologi Pendidikan Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia (SPs UPI), Hani Yulindrasari, S.Psi., M.Gendst., Ph.D., terlibat aktif dalam program Winter School & International Virtual Course 2026.

Kegiatan internasional tersebut mengusung tema “Sustainable Small Island Development” dengan lokus kajian di kawasan Medan dan Pulau Samosir, Danau Toba, Sumatera Utara.

Winter School 2026 berlangsung pada 19–30 Juni 2026. Program ini diikuti 93 peserta dari berbagai negara, di antaranya Indonesia, Malaysia, Singapura, Australia, Thailand, Inggris, Uni Emirat Arab, dan Yordania.

Program tersebut terselenggara atas kolaborasi UPI bersama Institut Teknologi Bandung (ITB), Politeknik Pariwisata Medan, Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Indo Global Mandiri (UIGM), Institut Teknologi Sains Bandung (ITSB), serta sejumlah universitas mitra internasional.

Beberapa mitra global yang terlibat dalam kegiatan tersebut antara lain Universiti Tunku Abdul Rahman (UTAR), Universiti Sains Malaysia (USM), University of Sydney, dan RMIT University Australia.

Keterlibatan Hani Yulindrasari menjadi salah satu kontribusi penting UPI dalam memperkuat perspektif psikologi pendidikan, kesetaraan gender, dan inklusi sosial dalam isu pembangunan berkelanjutan pulau kecil.

Pada fase kuliah umum daring, Hani Yulindrasari hadir sebagai narasumber utama dengan membawakan materi bertajuk “The GESI Lens: Reimagining Equality and Social Inclusion as the Foundation of Sustainability”.

Melalui materi tersebut, ia menekankan bahwa pembangunan berkelanjutan tidak cukup hanya bertumpu pada rancangan infrastruktur fisik. Aspek sosial, kesetaraan gender, serta perlindungan terhadap kelompok rentan juga perlu menjadi perhatian sejak tahap perencanaan.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan, termasuk tata ruang, sanitasi, dan pengembangan kawasan wisata, hanya dapat bertahan apabila dirancang dengan kepekaan terhadap dinamika masyarakat lokal.

Kegiatan Winter School 2026 sendiri dilaksanakan dalam dua fase. Fase pertama berupa pembelajaran daring pada 19–23 Juni 2026. Fase kedua berupa studi lapangan atau experiential fieldwork pada 25–30 Juni 2026.

Tidak hanya berperan dalam sesi akademik, Hani Yulindrasari juga terjun langsung sebagai mentor lapangan dalam survei di Pulau Samosir.

Dalam kegiatan lapangan tersebut, ia mendampingi mahasiswa internasional dan domestik untuk melakukan pendekatan sosial kepada masyarakat, menyusun teknik wawancara berbasis empati, serta mengidentifikasi isu kerentanan sosial dan pariwisata di tingkat komunitas.

Pendampingan tersebut menjadi penting karena peserta Winter School berasal dari berbagai latar belakang keilmuan. Melalui pendekatan lintas disiplin, mahasiswa didorong tidak hanya memahami persoalan pembangunan dari sisi teknis, tetapi juga dari sisi psikologis, sosial, dan kemanusiaan.

Kehadiran dosen Psikologi Pendidikan SPs UPI dalam forum internasional ini memperlihatkan bahwa kajian psikologi pendidikan memiliki peran strategis dalam pembangunan berkelanjutan.

Hal ini menunjukan bahwa ilmu psikologi pendidikan tidak hanya berkaitan dengan proses belajar di ruang kelas, tetapi juga dapat berkontribusi dalam membangun kesadaran, empati, partisipasi masyarakat, dan kepekaan terhadap kelompok rentan dalam konteks pembangunan wilayah.

Melalui Winter School 2026, perspektif Gender Equality and Social Inclusion atau GESI menjadi bagian penting dalam merancang masa depan pulau kecil yang lebih berkelanjutan.

Kolaborasi lintas negara dan lintas disiplin ini diharapkan mampu melahirkan calon perencana wilayah, akademisi, dan praktisi pembangunan yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga memiliki kepekaan humanis.

Bagi Program Studi Psikologi Pendidikan SPs UPI, keterlibatan dosen dalam kegiatan internasional tersebut menjadi bagian dari penguatan rekognisi akademik, jejaring global, serta kontribusi keilmuan dalam isu-isu pendidikan, inklusi sosial, dan pembangunan berkelanjutan.

Kegiatan ini juga menunjukkan komitmen SPs UPI dalam mendorong dosen untuk aktif pada forum akademik internasional, sekaligus memperluas peran psikologi pendidikan dalam menjawab tantangan masyarakat kontemporer. (IM23)