Skip to content

“Perkuat Jejaring Nasional, SPs UPI Berkolaborasi dengan SPs UGM, FBSB UNY, dan PPs ISI Yogyakarta dalam Seminar Nasional Pendidikan Seni”

  • by

Yogyakarta, 10 Juni 2026 – Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia (SPs UPI) kembali memperkuat jejaring akademik berskala nasional. Melalui Program Studi Pendidikan Seni (S3), SPs UPI sebagai inisiator, terlibat aktif dalam menyukseskan Seminar Nasional Kolaborasi empat perguruan tinggi papan atas Indonesia, yaitu SPs UPI, SPs Universitas Gadjah Mada (UGM), Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), serta Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta.

Acara yang berlangsung pada Rabu (10/6/2026) di Ruang Auditorium SPs UGM ini mengangkat tema krusial: “Pendidikan Seni, Literasi Budaya, dan Politik Representasi dalam Ekosistem Kreatif Kontemporer”. Tak sekadar menjadi ajang diskusi ilmiah, momentum ini juga menandai babak baru sinergi institusional melalui penandatanganan dokumen kerja sama secara simbolis oleh keempat institusi kolaborator sebelum sesi pemaparan materi dimulai.

Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Dekan Sekolah Pascasarjana UGM, Prof. Siti Malkhamah. Dalam pidatonya, beliau mengapresiasi tinggi inisiatif kolaborasi ini. Beliau berharap melalui seminar ini, muncul terobosan-terobosan segar mengenai bagaimana seni dapat hadir sebagai solusi nyata bagi berbagai tantangan yang dihadapi bangsa. Senada dengan hal tersebut, Prof. Julia, Kepala Divisi Pengembangan Kurikulum di Direktorat Pengembangan Kurikulum, Pembelajaran Digital, Kecerdasan Buatan, dan Metamesta UPI, yang hadir mewakili SPs UPI, menekankan pentingnya keberlanjutan hubungan ini. Beliau menyampaikan pesan mendalam agar kolaborasi strategis ini tidak berhenti sebagai seremonial satu hari saja, melainkan terus berakar pada program-program akademik produktif di masa depan.

Seminar nasional ini mengemas konsep unik dengan menyandingkan perspektif para pakar (dosen) dan peneliti muda (mahasiswa pascasarjana) dalam satu forum, yang kemudian dibedah oleh para pembahas kritis.

Antusiasme yang begitu besar dari audiens membuat ruang komunikasi terasa hidup, meskipun keterbatasan waktu membuat beberapa diskusi harus dilanjutkan di luar forum formal.

Sebagai bentuk penghormatan, sebelum acara resmi ditutup, seluruh narasumber dan pembahas menerima token of appreciation dari SPs UGM yang diserahkan langsung oleh Ketua Prodi Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa UGM, Dr. Raden Rara Paramitha Dyah Fitriasari.

Perluas Wawasan Mahasiswa Doktor SPs UPI

Kehadiran SPs UPI dalam agenda ini tidak main-main. Prodi Pendidikan Seni (S3) SPs UPI memboyong rombongan yang terdiri dari 12 mahasiswa program doktor. Langkah ini sengaja diambil sebagai bagian dari strategi akademis untuk membuka wawasan global mahasiswa terkait tren topik riset terkini serta variasi metodologi penelitian yang digunakan oleh kolega dari universitas lain.

Kehadiran delegasi UPI bersanding dengan mahasiswa dari tiga institusi mitra lainnya, membuat aula seminar dipadati oleh lebih dari 70 peserta yang antusias menyerap jalannya transfer pengetahuan.

Menatap Masa Depan: Riset Bersama di Tahun Depan

Usai penutupan seminar pada pukul 12.30 WIB, agenda berlanjut ke sesi yang lebih intim. Para perwakilan dosen dan pimpinan dari keempat universitas berkumpul dalam sesi santap siang bersama.

Dalam suasana santai namun produktif tersebut, obrolan hangat langsung bergulir membahas rencana tindak lanjut (follow-up), mulai dari matangnya persiapan untuk menggelar kembali Seminar Nasional Kolaborasi tahun depan, hingga benchmarking pemeringkatan dan  inisiasi proyek riset kolaborasi antarkampus. Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa komitmen yang ditandatangani di atas kertas langsung diwujudkan menjadi aksi nyata demi kemajuan ekosistem pendidikan seni dan budaya di Indonesia.