Skip to content

“Pengajian Rutin SPs UPI: Memperkuat Keimanan dan Amal Saleh sebagai Kunci Kebahagiaan Hakiki”

  • by

Bandung, 9 Oktober 2026 – Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia kembali menyelenggarakan kegiatan pengajian rutin sebagai upaya memperkuat keimanan, meningkatkan kualitas ibadah, serta menumbuhkan kesadaran spiritual di lingkungan sivitas akademika. Pada kesempatan ini, tausiah disampaikan oleh Dekan Sekolah Pascasarjana UPI, Prof. Dr. Juntika Nurihsan, yang mengajak seluruh peserta untuk memaknai hakikat kebahagiaan sejati melalui penguatan iman dan pengamalan amal saleh dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam tausiahnya, Dekan SPs UPI menyampaikan bahwa hidayah merupakan hak prerogatif Allah Swt. yang patut disyukuri, dijaga, dan dipelihara oleh setiap Muslim. Kehadiran dalam kegiatan pengajian merupakan salah satu bentuk hidayah sekaligus kesempatan berharga untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah Swt. Oleh karena itu, setiap individu hendaknya senantiasa menjaga keimanan dengan memperbanyak ibadah, memperbaiki akhlak, serta mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan pribadi, keluarga, maupun lingkungan kerja.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa kebahagiaan yang hanya diukur berdasarkan pencapaian duniawi tidak akan pernah menemukan batas akhir. Keinginan manusia terhadap harta, kedudukan, dan berbagai kenikmatan duniawi cenderung terus berkembang apabila tidak disertai rasa syukur dan landasan keimanan yang kuat. Sebaliknya, kebahagiaan hakiki tumbuh dari hati yang beriman, bersyukur, dan senantiasa menyadari bahwa segala kemudahan serta kebaikan yang diperoleh merupakan karunia Allah Swt.

Dalam konteks tersebut, beliau mengingatkan pentingnya memahami kandungan Surah Al-‘Asr yang menegaskan bahwa manusia berada dalam kerugian, kecuali mereka yang beriman, mengerjakan amal saleh, saling menasihati dalam kebenaran, dan saling menasihati dalam kesabaran. Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keimanan tidak cukup hanya diucapkan, tetapi perlu diwujudkan melalui tindakan nyata yang membawa kebaikan bagi diri sendiri dan orang lain.

Beliau menekankan bahwa iman membutuhkan pembuktian melalui perilaku sehari-hari, terutama dalam menjaga kerukunan, menghormati sesama, dan tidak menimbulkan gangguan bagi orang lain. Seseorang yang memiliki keimanan hendaknya mampu menghadirkan ketenteraman di lingkungannya, menjaga hubungan baik dengan rekan kerja, serta mengedepankan sikap saling menghargai. Dengan demikian, nilai-nilai keimanan tidak hanya menjadi keyakinan pribadi, tetapi juga tercermin dalam pembentukan lingkungan kerja yang harmonis, penuh kepedulian, dan berlandaskan akhlak mulia.

Pada aspek ibadah, Dekan SPs UPI juga mengingatkan pentingnya menjaga salat sebagai salah satu fondasi utama kehidupan seorang Muslim. Salat bukan sekadar kewajiban ritual, melainkan sarana membangun kedekatan dengan Allah Swt., memperoleh ketenangan batin, dan memperkuat kesadaran spiritual. Untuk mencapai kekhusyukan dalam salat, setiap Muslim perlu berusaha memahami makna bacaan-bacaan salat sehingga ibadah yang dilaksanakan tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi juga menghadirkan penghayatan dan kesadaran akan kebesaran Allah Swt.

Selain itu, beliau mengajak peserta untuk senantiasa melibatkan Allah Swt. dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Keimanan memberikan kekuatan bagi seseorang untuk berikhtiar, berdoa, bersabar, dan bertawakal ketika menghadapi kesulitan. Kebahagiaan tidak selalu hadir karena seluruh persoalan telah hilang, tetapi juga karena Allah memberikan kemudahan, keteguhan hati, serta kemampuan untuk menghadapi setiap ujian dengan bijaksana.

Dalam kesempatan tersebut, pemahaman terhadap doa salat tahajud juga menjadi bagian penting dari refleksi spiritual. Salat tahajud merupakan salah satu bentuk ibadah yang dapat mendekatkan seorang hamba kepada Allah Swt., sekaligus menjadi kesempatan untuk memohon ampunan, pertolongan, dan petunjuk-Nya. Melalui penghayatan terhadap doa yang dipanjatkan, setiap Muslim diharapkan semakin menyadari keterbatasan dirinya dan semakin menggantungkan harapan kepada Allah Swt.

Beliau mengibaratkan tausiah keagamaan sebagai air yang menyejukkan pepohonan yang kering kerontang. Perumpamaan tersebut menggambarkan bahwa nasihat dan pengingat spiritual dapat menyegarkan kembali hati yang mulai lalai, menumbuhkan semangat beribadah, serta menguatkan tekad untuk menjalani kehidupan dengan nilai-nilai keimanan. Oleh karena itu, pengajian rutin perlu dimaknai bukan hanya sebagai agenda berkala, melainkan sebagai ruang refleksi untuk memperbaiki diri dan memperkuat hubungan dengan Sang Pencipta.

Menutup tausiahnya, Dekan SPs UPI menegaskan dua kunci utama kebahagiaan hakiki, yaitu iman dan amal saleh. Keimanan menjadi fondasi yang mengarahkan kehidupan, sedangkan amal saleh merupakan wujud nyata dari keyakinan yang tertanam dalam hati. Keduanya perlu berjalan beriringan dan diwujudkan secara konsisten melalui ibadah, akhlak yang baik, kepedulian sosial, serta pengabdian yang memberikan manfaat bagi sesama.

Kegiatan pengajian rutin di lingkungan Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia (SPs UPI) memiliki keterkaitan dengan Sustainable Development Goals 3: Good health and well-being, melalui upaya meningkatkan kesejahteraan spiritual, ketenangan batin, dan kualitas kehidupan sivitas akademika. Tausiah yang disampaikan oleh Dekan SPs UPI, Prof. Dr. Juntika Nurihsan, mengingatkan pentingnya menjaga keimanan, memperkuat rasa syukur, serta membangun hubungan yang harmonis dengan sesama sebagai bagian dari pembentukan kehidupan yang sehat dan seimbang. Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh kesadaran untuk menjadikan nilai-nilai keagamaan sebagai landasan dalam menghadapi tantangan kehidupan, mengembangkan sikap positif, dan menciptakan lingkungan akademik yang religius, harmonis, serta saling mendukung.

Dalam kaitannya dengan pembangunan Zona Integritas, kegiatan pengajian rutin ini menjadi sarana penguatan nilai-nilai moral dan etika yang mendukung terciptanya budaya kerja yang berintegritas di lingkungan SPs UPI. Pesan mengenai pentingnya membuktikan keimanan melalui amal saleh, menjaga kerukunan, menghormati sesama, dan tidak merugikan orang lain sejalan dengan upaya menanamkan nilai kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, profesionalisme, dan kepedulian dalam pelaksanaan tugas. Nilai-nilai tersebut diharapkan tercermin dalam perilaku sehari-hari seluruh sivitas akademika, baik dalam menjalankan tugas akademik maupun memberikan pelayanan administrasi. Dengan demikian, pengajian rutin tidak hanya menjadi sarana peningkatan kualitas spiritual, tetapi juga mendukung pembentukan karakter aparatur dan budaya organisasi yang beretika, akuntabel, serta berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas guna mewujudkan tata kelola SPs UPI yang baik dan berintegritas.

Melalui kegiatan pengajian rutin ini, SPs UPI berharap seluruh sivitas akademika dapat terus meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan, memperkuat ukhuwah, serta membangun budaya kerja yang harmonis, berintegritas, dan berorientasi pada kemaslahatan. Semangat spiritual tersebut diharapkan menjadi landasan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab akademik maupun administratif, sehingga setiap aktivitas tidak hanya bernilai profesional, tetapi juga menjadi bagian dari ibadah dan amal kebaikan.

Kegiatan ini sekaligus mencerminkan komitmen SPs UPI dalam mewujudkan lingkungan pendidikan tinggi yang mengintegrasikan keunggulan akademik, pembentukan karakter, dan nilai-nilai religius guna mendukung terwujudnya institusi yang unggul dan bermartabat.