Skip to content

“UPI akan jadi Tuan Rumah KONASPI XIII Tahun 2028”

  • by

Bali, 2-4 Oktober 2026 – Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia (SPs UPI) turut serta dalam Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia (Konaspi) XII yang berlangsung pada 2–4 Oktober 2026 di Nusa Dua, Bali. Forum dua tahunan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) se-Indonesia ini diselenggarakan oleh Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) selaku tuan rumah. UPI menugaskan 102 delegasi dari fakultas, SPs, dan kampus daerah. Tujuh di antaranya berasal dari SPs, dipimpin Dekan SPs, Prof. Dr. H. Juntika, M.Pd., bersama wakil dekan bidang Akademik serta perwakilan ketua program studi.

Konaspi XII mengusung tema “Transformasi Pendidikan Menuju Indonesia Emas 2045: Inovasi, Kolaborasi, dan Pendidikan Berkelanjutan”. Tema ini menekankan visi jangka panjang Indonesia 2045 dengan fokus pada inovasi sistem pendidikan, kolaborasi multisektor, dan pembangunan berkelanjutan untuk mencetak generasi unggul yang siap menghadapi tantangan global.

Rangkaian kegiatan terdiri atas konvensi, focus group discussion (FGD), pameran, dan city tour. Pembukaan pada Jumat (2/10) diisi sambutan Rektor Undiksha, Prof. Dr. I Wayan Lasmawan, M.Pd., dilanjutkan paparan arah kebijakan oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Brian Yuliarto, Ph.D.; Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed.

Tujuh topik konvensi pada Sabtu (3/10) yaitu :

  • Pendidikan Digital dan Kecerdasan Artifisial: Mempersiapkan SDM Tangguh di Era Revolusi Industri 5.0 – Direktur Jenderal Sains dan Teknologi, Dr. Ahmad Najib Burhani, M.A.
  • Pendidikan Inklusif dan Kurikulum Transformatif: Menjangkau Seluruh Lapisan Masyarakat dari Kota hingga Pelosok Negeri – Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Dr. Beny Bandanadjaja, S.T., M.T.
  • Revitalisasi Peran Guru: Penguatan Kompetensi, Kesejahteraan, dan Kepemimpinan Pendidik Abad 21 – Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd.
  • Green Education: Pendidikan Berkelanjutan untuk Membangun Kesadaran Lingkungan dan Ketahanan Iklim – Wakil Rektor IV Universitas Indonesia, Prof. Agus Setiawan, S.Kp., M.N., D.N.
  • Sinergi Tri Pusat Pendidikan: Kolaborasi Sekolah, Keluarga, dan Masyarakat dalam Membentuk Karakter Generasi Pancasila – Rektor UPI, Prof. Dr. H. Didi Sukyadi, M.A.
  • Tata Kelola Perguruan Tinggi yang Adaptif dan Inovatif dalam Era Transformasi – Ketua Majelis Rektor PTN, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., dan Ketua Forum Rektor Indonesia, Prof. Dr. Garuda Wiko, S.H., M.Si.
  • Penguatan LPTK untuk Menjaga Mutu Pendidikan, Menggerakkan Transformasi, dan Mewujudkan Dampak – Prof. Drs. Ganefri, M.Pd., Ph.D. (Universitas Negeri Padang) dan Prof. Dr. AH. Rofi’uddin, M.Pd. (Universitas Negeri Malang).

Secara ringkas Rektor UPI memaparkan pendidikan adaptif dan tetap berakar pada kebangsaan. Dalam paparannya, Rektor UPI menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh sekolah, tetapi juga oleh dukungan keluarga dan partisipasi aktif masyarakat secara berkesinambungan. Di tengah masyarakat digital menuju Society 5.0, pendidikan harus holistik, berkelanjutan, dan responsif terhadap perubahan. Keluarga sebagai lingkungan pendidikan pertama dan utama, tempat nilai agama, moral, dan etika dikenalkan melalui keteladanan dan pembiasaan. Adapun masyarakat berfungsi sebagai “laboratorium kehidupan”, ruang bagi peserta didik mengamalkan kepedulian, gotong royong, dan tanggung jawab.

Secara paralel, enam FGD membahas kurikulum transformatif, kurikulum perguruan tinggi yang responsif terhadap industri, analisis kritis RUU Sisdiknas, model ideal PPG, filosofi pendidikan Indonesia, dan strategi peningkatan hasil PISA. Setiap FGD merumuskan draf policy brief.

Hasil konvensi dan FGD dirumuskan menjadi Konsensus Bali yang memuat deklarasi, rekomendasi, dan Piagam Bali. Rumusan itu tersebut disampaikan pada sesi penutupan oleh Rektor Undiksha bersama para rektor LPTK negeri, disertai penandatanganan Piagam Bali. Konsensus ini menjadi komitmen bersama LPTK untuk mengawal transformasi pendidikan menuju Indonesia Emas 2045.

Kegiatan KONASPI XII turut memperkuat komitmen UPI dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education melalui penguatan inovasi, kolaborasi, pendidikan inklusif, dan pembelajaran berkelanjutan, serta SDG 17: Partnerships for the Goals melalui sinergi dan kolaborasi antarlembaga pendidikan tinggi dalam mendorong transformasi pendidikan nasional.


Partisipasi SPs UPI dalam KONASPI XII juga sejalan dengan penguatan Zona Integritas (ZI) di lingkungan UPI melalui penerapan tata kelola pendidikan tinggi yang transparan, akuntabel, profesional, dan berorientasi pada peningkatan mutu pelayanan publik, serta memperkuat budaya kerja yang berintegritas dalam mendukung terwujudnya perguruan tinggi yang bersih, efektif, dan bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Penutupan juga ditandai dengan penyerahan bendera Konaspi kepada Universitas Pendidikan Indonesia sebagai tuan rumah Konaspi XIII, Bagi SPs UPI, kepesertaan ini menjadi bekal untuk mendukung UPI menyambut Konaspi XIII di tahun 2028. (JM)