Cimahi, 17-19 September 2026 — Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia (SPs UPI) bekerja sama dengan SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi menyelenggarakan Pelatihan Peningkatan Kompetensi Pamong selama tiga hari, 17–19 September 2026, bertempat di SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis untuk memperkuat kompetensi profesional pamong dalam mendampingi perkembangan akademik, psikologis, sosial, dan karakter peserta didik di lingkungan sekolah berasrama.
Pelatihan diikuti secara intensif oleh 83 pamong. Kegiatan pembukaan dihadiri oleh Mayor Jenderal TNI Ardiansyah, S.Sos., M.I.P. selaku Kepala Sekolah SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi, Drs. Henang Widayanto, M.Sc. selaku Wakasek Bidang Pendidikan, serta Dr. Asep Sukendar, M.Pd. selaku Konsultan SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi.
Rangkaian pelatihan dirancang secara sistematis dengan memadukan perspektif akademik, psikologis, pedagogis, dan praktik pengasuhan. Narasumber berasal dari kalangan akademisi dan praktisi yang memiliki kompetensi di bidang psikologi pendidikan dan pembelajaran, termasuk dosen dari Program Studi S2 Psikologi Pendidikan SPs UPI.
Memahami Karakteristik Remaja dan Peran Pamong

Pada hari pertama, 17 September 2026, Dr. Muhammad Zein Permana, S.Psi., M.Si. mengawali kegiatan melalui materi “Be a Learner”. Sesi ini mengajak para pamong untuk memahami karakteristik peserta didik usia remaja secara lebih komprehensif, mulai dari perkembangan kognitif, dinamika tugas perkembangan sosio-emosional, hingga strategi komunikasi yang tepat dalam menghadapi berbagai kondisi emosional siswa.
Pemahaman tersebut menjadi penting dalam konteks sekolah berasrama, karena pamong tidak hanya berperan dalam menjaga kedisiplinan, tetapi juga menjadi bagian dari lingkungan pengasuhan yang berinteraksi dengan siswa dalam keseharian. Dengan demikian, pendekatan yang digunakan perlu memperhatikan kebutuhan perkembangan dan karakteristik individual peserta didik.
Menguatkan Pembelajaran melalui Pendekatan Deep Learning

Memasuki hari kedua, 18 September 2026, Dr. Tina Hayati Dahlan, S.Psi., M.Pd., Psikolog menyampaikan materi mengenai Deep Learning dalam Pembelajaran. Pendekatan ini mengedepankan tiga prinsip utama, yaitu meaningful, joyful, dan mindful learning.
Melalui sesi tersebut, para pamong memperoleh pemahaman mengenai pentingnya menciptakan lingkungan belajar dan pengasuhan yang bermakna, menyenangkan, serta mendorong kesadaran peserta didik. Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem pendidikan yang suportif, sehingga proses pendampingan siswa tidak berhenti pada aspek instruksi dan kedisiplinan, tetapi juga memberikan ruang bagi perkembangan potensi dan kemandirian peserta didik.
Memperkuat Asesmen dan Higher Order Thinking Skills
Pada hari ketiga, 19 September 2026, Dr. Tina Hayati Dahlan, S.Psi., M.Pd., Psikolog bersama Rizka Rustianti, S.Pi., S.Pd., Gr. membahas Asesmen dalam Pendidikan dan Integrasi Higher Order Thinking Skills (HOTS).
Peserta mendapatkan pemahaman mengenai fungsi asesmen melalui tiga perspektif, yakni assessment as learning, assessment for learning, dan assessment of learning. Materi kemudian dilanjutkan dengan penerapan HOTS secara praktis melalui pemanfaatan Taksonomi Bloom dan SOLO Taxonomy.
Materi tidak hanya disampaikan secara konseptual, tetapi juga diarahkan pada penerapan dalam situasi nyata yang dihadapi pamong. Melalui pendekatan tersebut, peserta didorong untuk mampu membaca kebutuhan perkembangan siswa, merancang respons yang tepat, serta mendukung terbentuknya kemampuan berpikir tingkat tinggi dalam proses pendidikan.
Seluruh rangkaian pelatihan dikemas secara interaktif melalui simulasi dan studi kasus. Sebanyak 83 pamong mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan secara langsung berbagai pendekatan dalam menangani situasi yang berpotensi muncul dalam aktivitas pengasuhan sehari-hari di lingkungan sekolah berasrama.
Kegiatan kemudian ditutup dengan pengisian reflection log sebagai sarana evaluasi dan refleksi mandiri (self-reflection) peserta. Selain itu, peserta juga memberikan umpan balik melalui lembar evaluasi sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas dan keberlanjutan program pengembangan kompetensi.
Pelaksanaan pelatihan ini menunjukkan peran SPs UPI dalam menghadirkan kontribusi keilmuan yang dapat diterapkan secara langsung pada kebutuhan pendidikan di lapangan. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan tersebut juga memperkuat hubungan antara pengembangan keilmuan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan praktik pendidikan yang berorientasi pada perkembangan peserta didik.
Kegiatan Pelatihan Peningkatan Kompetensi Pamong secara langsung mendukung Sustainable Development Goals, khususnya SDGs 4: Quality Education, melalui peningkatan kapasitas pendidik dan tenaga pengasuh dalam memahami perkembangan peserta didik, menerapkan pendekatan pembelajaran yang relevan, serta menggunakan asesmen secara lebih bermakna.
Kegiatan ini juga selaras dengan SDsG 17: Partnerships for the Goals, melalui penguatan kolaborasi antara SPs UPI dan SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi. Kemitraan tersebut menjadi ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara perguruan tinggi dan institusi pendidikan dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Dari perspektif Zona Integritas, pelaksanaan kegiatan mencerminkan komitmen terhadap penguatan manajemen dan peningkatan kualitas pelayanan pendidikan yang profesional, transparan, akuntabel, efektif, serta berorientasi pada hasil. Pemanfaatan kompetensi akademik dan hasil evaluasi peserta sebagai bagian dari keberlanjutan program juga menjadi langkah untuk membangun budaya peningkatan mutu secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan tersebut, SPs UPI terus memperkuat perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya menghasilkan dan mengembangkan pengetahuan, tetapi juga menghadirkan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia melalui kolaborasi yang berkelanjutan dengan berbagai mitra pendidikan.
