Bandung – Program Studi Pendidikan Umum dan Karakter (PeUKa), Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia, menyelenggarakan rangkaian ujian Program Doktor atas nama Imas Indrawati, mahasiswa Program Studi Pendidikan Umum dan Karakter, pada Agustus 2026.
Pada Ujian Tahap I yang dilaksanakan 14 Agustus 2026 di Sekolah Pascasarjana UPI, Imas Indrawati memaparkan dan mempertahankan penelitian disertasinya yang berjudul “Model Pendidikan Karakter untuk Menguatkan Moral Character dan Performance Character Berbasis Nilai Kesundaan bagi Peserta Didik SMA Negeri di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.”
Menariknya, ujian tersebut turut menghadirkan Dr. Purwanto, M.Pd., Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, sebagai salah satu penguji. Kehadiran Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat memberikan perspektif penting dari sisi kebijakan dan praktik pendidikan, terutama berkaitan dengan relevansi model pendidikan karakter berbasis kearifan lokal bagi peserta didik SMA di Jawa Barat.
Penelitian Imas Indrawati berangkat dari pentingnya pendidikan karakter yang tidak hanya mengembangkan dimensi moral character, tetapi juga performance character. Moral character berkaitan dengan kualitas moral yang mengarahkan seseorang untuk bertindak berdasarkan nilai-nilai kebaikan, sedangkan performance character berkaitan dengan karakter yang mendukung seseorang untuk bekerja, belajar, dan menjalankan tanggung jawab secara optimal.
Kedua dimensi tersebut dalam penelitian ini dikembangkan melalui nilai-nilai kesundaan yang hidup dan berkembang dalam konteks masyarakat Jawa Barat. Dengan demikian, kearifan lokal tidak hanya dipandang sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai sumber nilai yang dapat dikontekstualisasikan dalam pendidikan karakter peserta didik.
Kajian tersebut menjadi relevan dengan kebutuhan pendidikan saat ini, terutama dalam mencari model pendidikan karakter yang dekat dengan lingkungan sosial dan budaya peserta didik. Sekolah tidak hanya menjadi tempat transfer pengetahuan, tetapi juga ruang untuk mengembangkan nilai, kebiasaan, tanggung jawab, ketangguhan, serta kemampuan peserta didik dalam hidup bersama secara bermartabat.
Kehadiran Dr. Purwanto sebagai penguji turut mempertemukan perspektif akademik dengan kebutuhan nyata penyelenggaraan pendidikan di Jawa Barat. Masukan dari unsur pemangku kebijakan diharapkan semakin memperkuat implementabilitas model yang dikembangkan, sehingga hasil penelitian tidak berhenti pada tataran konseptual, tetapi memiliki peluang untuk memberikan kontribusi terhadap praktik pendidikan karakter di sekolah.

Setelah menyelesaikan Ujian Tahap I, proses akademik Imas Indrawati berlanjut pada Ujian Tahap II pada 20 Agustus 2026. Ujian tersebut dilaksanakan secara hybrid, termasuk untuk memfasilitasi keterlibatan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dalam proses pengujian.
Rangkaian ujian ini menunjukkan komitmen Program Studi Pendidikan Umum dan Karakter SPs UPI dalam mengembangkan penelitian doktoral yang tidak hanya memiliki kekuatan akademik dan kebaruan keilmuan, tetapi juga berkaitan langsung dengan persoalan serta kebutuhan pendidikan di masyarakat. Melalui penelitian tentang pendidikan karakter berbasis nilai kesundaan ini, diharapkan lahir model yang mampu mempertemukan kearifan lokal, pengembangan moral character, performance character, dan kebutuhan pendidikan sekolah masa kini.
Penelitian yang dikembangkan Imas Indrawati memiliki relevansi dengan agenda Sustainable Development Goals , khususnya SDGs 4: Quality Education. Pengembangan model pendidikan karakter berbasis nilai kesundaan dapat menjadi bagian dari upaya menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga membentuk peserta didik yang berkarakter, bertanggung jawab, berintegritas, dan mampu berkontribusi positif bagi lingkungan sosialnya.
Penguatan karakter melalui kearifan lokal juga memiliki keterkaitan dengan SDGs 11: Sustainable Cities and Communities, terutama dalam konteks pelestarian nilai budaya dan penguatan identitas komunitas. Nilai-nilai kesundaan yang diintegrasikan ke dalam pendidikan menjadi salah satu bentuk pemanfaatan kekayaan budaya lokal sebagai sumber pembelajaran yang relevan dengan kehidupan masyarakat.
Selanjutnya, penguatan moral character dan performance character turut mendukung SDGs 16: Peace, Justice and Strong Institutions. Pendidikan karakter memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang menjunjung integritas, tanggung jawab, etika, penghormatan terhadap sesama, serta mampu berpartisipasi secara konstruktif dalam kehidupan bermasyarakat.
Keterlibatan unsur perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam proses akademik juga mencerminkan semangat SDGs 17: Partnerships for the Goals. Kolaborasi antara akademisi, satuan pendidikan, dan pemangku kebijakan menjadi elemen penting agar hasil penelitian dapat dikembangkan dan diimplementasikan secara lebih luas.
Selain mendukung pencapaian SDGs, pelaksanaan rangkaian ujian doktor ini juga sejalan dengan semangat Zona Integritas (ZI) di lingkungan perguruan tinggi, khususnya dalam membangun budaya akademik yang berintegritas, profesional, transparan, dan akuntabel.
Penelitian mengenai moral character dan performance character memiliki keterkaitan yang kuat dengan nilai-nilai integritas. Karakter moral mendorong individu untuk bertindak berdasarkan prinsip kebaikan dan etika, sedangkan karakter kinerja membangun sikap disiplin, tanggung jawab, ketekunan, dan orientasi pada hasil. Kedua aspek tersebut merupakan fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang berintegritas.
Dalam konteks akademik, proses ujian doktor yang dilaksanakan melalui tahapan pengujian yang sistematis dan melibatkan penguji dari unsur akademisi serta pemangku kebijakan juga menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas, objektivitas, akuntabilitas, dan profesionalisme dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi. Hal ini sejalan dengan semangat Zona Integritas yang menempatkan integritas dan peningkatan kualitas layanan sebagai bagian penting dari tata kelola institusi.
Program Studi Pendidikan Umum dan Karakter SPs UPI terus mendorong penelitian yang memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan pendidikan karakter, baik pada tingkat lokal, nasional, maupun dalam perkembangan kajian pendidikan karakter secara lebih luas. (admin_PeUKa).
