Bandung, 19 – 24 Agustus 2026 — Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia menyelenggarakan kegiatan Praperkuliahan Mahasiswa Baru Program Magister (S2) dan Program Doktor (S3) Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027 pada 19–24 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu tahapan awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan akademik SPs UPI sekaligus memperoleh pembekalan yang tidak hanya berorientasi pada kesiapan mengikuti perkuliahan, tetapi juga pada penguatan karakter, pengembangan pribadi, kesehatan psikologis, kemampuan berkolaborasi, serta kesiapan menghadapi dunia profesional.
Praperkuliahan dirancang sebagai ruang pembekalan bagi mahasiswa sebelum memasuki dinamika pendidikan jenjang magister dan doktor. Rangkaian kegiatan memuat materi yang mencakup aspek akademik dan penelitian, literasi informasi, publikasi ilmiah, pemanfaatan teknologi informasi, etika akademik, hingga pengembangan kapasitas personal dan sosial mahasiswa.
Pada rangkaian awal, mahasiswa mendapatkan materi Etik dalam Penelitian, Originalitas dan Novelty pada Penelitian, Pencegahan Kekerasan Seksual di Kampus, serta Menakar Kualitas Penelitian Ilmiah. Materi tersebut menjadi fondasi penting untuk membangun budaya akademik yang menjunjung tinggi integritas, orisinalitas, tanggung jawab, dan kualitas dalam proses pendidikan serta penelitian.
Pada hari berikutnya, pembekalan dilanjutkan dengan materi Literasi Informasi Perpustakaan, Komisi Sekolah Pascasarjana, Persyaratan Publikasi, dan Sistem Teknologi Informasi. Melalui materi tersebut, mahasiswa diperkenalkan dengan berbagai aspek pendukung yang diperlukan untuk menjalani proses pembelajaran dan penelitian di tingkat pascasarjana.
Salah satu bagian penting dalam rangkaian praperkuliahan berlangsung pada Jumat, 21 Agustus 2026. Berbeda dengan pembekalan yang lebih banyak berfokus pada aspek akademik dan penelitian, agenda pada hari Jumat memberikan perhatian yang lebih besar terhadap kesiapan pribadi, pengembangan karier, kesehatan psikologis, serta kemampuan membangun relasi dan dinamika kelompok.
Pendekatan ini menjadi penting karena mahasiswa pascasarjana tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik yang baik, tetapi juga perlu memiliki kesiapan mental, kemampuan beradaptasi, kemampuan berkomunikasi, serta kapasitas untuk bekerja sama dalam lingkungan akademik yang dinamis.

Agenda Jumat diawali dengan sesi Pengembangan Pribadi dan Karier yang dilaksanakan pada pukul 08.00–10.00 WIB. Kegiatan tersebut diselenggarakan secara hybrid, dengan mahasiswa Sekolah Pascasarjana mengikuti kegiatan secara luring di Auditorium Gedung Pascasarjana Lantai 5. Rangkaian kegiatan juga dilengkapi dengan akses melalui Zoom dan live report melalui kanal YouTube @pascasarjanaSPs.
Sesi Pengembangan Pribadi dan Karier menjadi bagian strategis dalam mempersiapkan mahasiswa untuk memahami dirinya sebagai individu sekaligus sebagai bagian dari komunitas akademik dan profesional. Memasuki pendidikan S2 dan S3 berarti mahasiswa menghadapi tuntutan yang lebih tinggi dalam pengelolaan waktu, kemandirian belajar, penyelesaian penelitian, komunikasi ilmiah, serta perencanaan masa depan.
Melalui pembekalan ini, mahasiswa diharapkan dapat melihat perjalanan pendidikan pascasarjana bukan semata-mata sebagai proses memperoleh gelar akademik, tetapi sebagai proses pengembangan kapasitas diri. Pendidikan pascasarjana menjadi ruang untuk membangun kompetensi, memperluas wawasan, mengembangkan jejaring, dan mempersiapkan kontribusi yang lebih besar di bidang keilmuan maupun profesi.
Kegiatan tersebut juga dihadiri dan menjadi bagian dari agenda kelembagaan SPs UPI yang berlangsung di lingkungan Gedung Pascasarjana. Kehadiran pimpinan dan unsur akademik dalam rangkaian praperkuliahan menunjukkan bahwa proses penyambutan mahasiswa baru merupakan bagian dari upaya membangun kedekatan antara mahasiswa dengan lingkungan institusinya sejak awal masa studi.

Setelah sesi Pengembangan Pribadi dan Karier, rangkaian kegiatan Jumat dilanjutkan dengan materi Antisipasi Mengatasi Masalah Psikologis pada pukul 10.00–11.30 WIB. Materi tersebut disampaikan oleh Dr. Tina Hayati Dahlan, S.Psi., M.Pd., Psikolog, yang juga menjabat sebagai Wakil Dekan Bidang Sumber Daya dan Kemitraan SPs UPI.
Penempatan materi mengenai persoalan psikologis dalam rangkaian praperkuliahan menunjukkan bahwa kesiapan mahasiswa dalam menjalani pendidikan tinggi perlu dipahami secara menyeluruh. Tantangan pendidikan pada jenjang pascasarjana dapat hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari tuntutan akademik, proses penelitian, pengelolaan waktu, interaksi sosial, hingga penyesuaian terhadap lingkungan akademik yang baru.
Karena itu, mahasiswa perlu memiliki kemampuan untuk mengenali berbagai situasi yang dapat memengaruhi proses belajar dan kehidupan akademiknya. Pembekalan mengenai antisipasi dan cara mengatasi masalah psikologis menjadi salah satu upaya untuk membangun kesadaran mahasiswa bahwa menjaga keseimbangan diri merupakan bagian penting dari perjalanan akademik.
Materi ini juga memperkuat pendekatan SPs UPI yang menempatkan mahasiswa sebagai individu yang perlu dikembangkan secara utuh. Keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur melalui capaian akademik, tetapi juga melalui kemampuan mahasiswa untuk mengelola dirinya, membangun relasi yang sehat, menghadapi tantangan, serta tetap mampu berkembang dalam berbagai situasi.
Dengan demikian, sesi ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa dalam menjalani kehidupan akademik secara lebih adaptif dan konstruktif. Mahasiswa tidak hanya diarahkan untuk menjadi pembelajar yang unggul secara intelektual, tetapi juga individu yang memiliki kesadaran terhadap pentingnya kesehatan dan kesejahteraan dirinya.

Rangkaian kegiatan Jumat kemudian dilanjutkan dengan sesi Dinamika Kelompok pada pukul 13.00–15.00 WIB. Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid, dengan mahasiswa Sekolah Pascasarjana mengikuti kegiatan secara luring. Dinamika kelompok menjadi bagian yang tidak kalah penting karena pendidikan pascasarjana berlangsung dalam lingkungan yang mendorong interaksi, pertukaran gagasan, kolaborasi penelitian, serta jejaring akademik. Mahasiswa S2 dan S3 akan berhadapan dengan beragam latar belakang keilmuan, pengalaman profesional, karakter, dan perspektif.
Dalam konteks tersebut, kemampuan membangun komunikasi dan bekerja sama menjadi kompetensi yang penting. Sesi dinamika kelompok memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mulai mengenal satu sama lain, membangun interaksi, serta memahami pentingnya kolaborasi dalam kehidupan akademik.
Lebih jauh, kegiatan ini dapat menjadi fondasi bagi terbentuknya komunitas akademik yang saling mendukung. Lingkungan pascasarjana yang sehat bukan hanya dibangun melalui fasilitas dan sistem akademik, tetapi juga melalui hubungan antarmahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, serta seluruh unsur akademik yang berlandaskan komunikasi, rasa saling menghargai, dan kolaborasi.
Dengan demikian, rangkaian Jumat dapat dipandang sebagai satu kesatuan pembekalan yang bergerak dari pengembangan diri, kesiapan karier, kesehatan psikologis, hingga kemampuan berinteraksi dan berkolaborasi.
Rangkaian Praperkuliahan Mahasiswa Baru SPs UPI pada akhirnya tidak hanya berfungsi sebagai kegiatan orientasi sebelum perkuliahan dimulai. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses membangun kesiapan mahasiswa untuk menjalani pendidikan magister dan doktor secara lebih komprehensif.
Mahasiswa diperkenalkan dengan aspek-aspek akademik dan penelitian sekaligus diajak memahami bahwa perjalanan pendidikan pascasarjana membutuhkan kemandirian, integritas, kemampuan beradaptasi, kesehatan psikologis, dan kemampuan membangun jejaring.
Khususnya melalui rangkaian kegiatan pada Jumat, SPs UPI memperlihatkan perhatian terhadap dimensi human development dalam pendidikan tinggi. Mahasiswa dipersiapkan bukan hanya sebagai individu yang mampu menghasilkan karya ilmiah, tetapi juga sebagai calon akademisi, profesional, peneliti, pendidik, dan pemimpin yang mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat.

Pelaksanaan Praperkuliahan Mahasiswa Baru SPs UPI memiliki keterkaitan kuat dengan agenda Sustainable Development Goals, terutama SDGs 4: Quality Education. Pembekalan yang diberikan kepada mahasiswa menunjukkan upaya untuk menghadirkan pendidikan berkualitas yang tidak berhenti pada penyampaian pengetahuan, tetapi juga mengembangkan keterampilan, karakter, dan kapasitas mahasiswa secara menyeluruh.
Agenda Pengembangan Pribadi dan Karier secara khusus mendukung penguatan kapasitas individu untuk menghadapi kebutuhan pendidikan dan dunia profesional. Hal ini sejalan dengan semangat SDG 4 dalam mendorong pendidikan yang membekali peserta didik dengan pengetahuan dan keterampilan yang relevan untuk kehidupan dan masa depan.
Sementara itu, materi Antisipasi Mengatasi Masalah Psikologis memiliki relevansi dengan SDGs 3: Good Health and Well-Being. Perhatian terhadap kesiapan psikologis mahasiswa menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung kesejahteraan dan keberlangsungan proses belajar.
Materi Pencegahan Kekerasan Seksual di Kampus yang menjadi bagian dari rangkaian praperkuliahan juga memperkuat komitmen terhadap SDGs 5: Gender Equality, khususnya dalam mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, setara, dan bebas dari kekerasan.
Sementara aspek Etik dalam Penelitian, Originalitas dan Novelty, serta Menakar Kualitas Penelitian Ilmiah memperkuat budaya integritas akademik yang sejalan dengan SDGs 16: Peace, Justice and Strong Institutions. Pendidikan yang berintegritas menjadi fondasi bagi terbentuknya insan akademik yang menjunjung kejujuran, tanggung jawab, dan tata kelola yang baik.
Selanjutnya, Dinamika Kelompok memiliki keterkaitan dengan SDGs 17: Partnerships for the Goals, karena membangun kemampuan kolaborasi dan jejaring menjadi salah satu fondasi penting dalam menciptakan ekosistem akademik yang produktif. Mahasiswa dibekali untuk berinteraksi, bertukar gagasan, dan bekerja bersama dalam keberagaman latar belakang.
Melalui rangkaian Praperkuliahan Mahasiswa Baru Semester Ganjil 2026/2027, SPs UPI menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pengalaman awal pendidikan pascasarjana yang komprehensif. Mahasiswa tidak hanya diperkenalkan pada sistem akademik, tetapi juga dibekali dengan nilai-nilai yang diperlukan untuk menjalani proses pendidikan secara bertanggung jawab.
Rangkaian kegiatan pada Jumat, 21 Agustus 2026, secara khusus memperlihatkan bahwa pengembangan mahasiswa harus berjalan seimbang antara kecakapan akademik, kesiapan pribadi, kesehatan psikologis, pengembangan karier, dan kemampuan membangun hubungan sosial.
Dengan bekal tersebut, mahasiswa baru S2 dan S3 SPs UPI diharapkan mampu memulai perjalanan akademiknya dengan kesiapan yang lebih baik, memiliki integritas dalam berkarya, mampu berkolaborasi, serta memiliki visi untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Praperkuliahan pun menjadi titik awal perjalanan baru bagi mahasiswa SPs UPI—sebuah perjalanan untuk belajar, bertumbuh, berkolaborasi, menghasilkan karya, dan memberi dampak bagi pendidikan serta pembangunan berkelanjutan.
