Bandung, 13 Juni 2026 – Empat Perguruan Tinggi di Indonesia yaitu Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Gajah Mada (UGM), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), dan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta jalin kerjasama dalam penyelenggaraan Seminar Nasional. Seminar Nasional tersebut bertajuk “Pendidikan Seni, Literasi Budaya, dan Politik Representasi dalam Ekosistem Kreatif Kontemporer” yang digelar pada Rabu, 10 Juni 2026, pukul 08.00 WIB di Ruang Auditorium Lantai 5 Sekolah Pascasarjana UGM.
Sebanyak 14 mahasiswa S3 Program Studi Pendidikan Seni UPI berpartisipasi dalam seminar nasional tersebut sebagai peserta, nara sumber, dan moderator. R. Dian Dia-an Muniroh, Ph.D dan Dr. Yanti Heriyawati, M.Hum menggagas kegiatan kerjasama ini sekaligus mendorong mahasiswa untuk belajar dan berbagi pengalaman dengan mahasiswa doktor dan para dosen lintas perguruan tinggi untuk membangun kesadaran terhadap mutu akademik, elaborasi dan eksplorasi keilmuan dalam forum ilmiah.

Acara akademik ini menghadirkan delapan narasumber yaitu Dr. Yanti Heriyawati, M. Hum., Prof. Dr. Kun Setyaning Astuti, M.Pd., Dr. Sri Margana, M.Hum. M.Phil., Dr. Sn. Muh. Fajar Apriyanto, M.Sn., Rizki Risandi, M.Pd., Supriando, M.Sn., Theresia Agustina Sitompul, M.Sn., dan Enry Johan Jaohari, M.Pd. Empat pembahas dihadirkan yaitu R. Dian Dia-an Muniroh, M.Hum., Ph.D, Dr. Titik Putraningsih, M.Hum., Dr. G.R. Lono Lastoro Simatupang dan Dr. Mikke Susanto, M.A. Kegiatan ini dipandu oleh moderator Dr. Trisna Pradita Putra, M.M. dan Fensy Sella, M.Pd.
Enry Johan Jaohari, M.Pd. salah seorang mahasiswa doktor pendidikan seni UPI menyajikan topik: “Identitas Musikal sebagai Fondasi Pendidikan Tinggi Musik.” Enry Johan menawarkan pandangan kritisnya tentang kesadaran jati diri musikal lulusan perguruan tinggi bidang musik. Enry Johan mengembangkan desain Permata AI untuk mengeksplorasi identitas seorang musisi dalam membangun reputasi profesionalnya. Tentu pembahasan ini menjadi wacana yang provokatif di antara paparan narasumber mahasiswa lainnya dari UGM, UNY, dan ISI Yogyakarta yang juga memberikan topik kajian seni secara multidisiplin.

Program kolaborasi seminar nasional ini memfasilitasi komunikasi, interaksi, dan diskusi keilmuan untuk meningkatkan kompetensi peneliti, dimana keilmuan mahasiswa dan perkembangan akademik institusi tidak hanya dikomunikasikan kepada masyarakat luas, tetapi juga diuji melalui sudut pandang kritis perguruan tinggi mitra. Prof. Dr. Julia, salah seorang dosen mata kuliah publikasi pada program studi pendidikan seni UPI yang turut mendampingi mahasiswa doktor dalam seminar tersebut mengatakan bahwa: “kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah publikasi pada jurnal internasional bereputasi.” Melalui pertukaran gagasan lintas kampus ini, reputasi akademik (academic reputation) universitas akan terbangun secara organik. “Secara mendasar seminar ini diharapkan juga menjadi ruang silaturahim lintas pascasarjana melalui sharing keilmuan untuk memperkuat academic reputation pada pemeringkatan global,” pungkas Dr. Yanti Heriyawati.
