Skip to content

“Keseimbangan Ilmu dan Iman: Pengajian Rutin SPs UPI”

  • by

Bandung, 19 Mei 2026 – Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia kembali menyelenggarakan kegiatan Pengajian Rutin Bulanan pada 19 Mei 2026 sebagai bagian dari upaya membangun lingkungan akademik yang harmonis, religius, dan berintegritas.  Berangkat dari semangat Pendidikan tinggi yang paripurna tidak hanya berorientasi pada penguatan intelektualitas, tetapi juga pada pembentukan karakter, moralitas, serta ketenangan jiwa.

Pada kesempatan kali ini, pengajian mengangkat tema “Masa Depan Demokrasi dan Moralitas Bangsa Dalam Perspektif Islam”, sebuah kajian yang relevan dengan dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Prof. Dr. Cecep Darmawan, S.H., S.I.P., S.A.P., S.Pd., M.Si., CPM. selaku Dekan Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial yang menyampaikan materi dengan penuh wawasan dan kebijaksanaan. Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya penguatan nilai moral, etika, serta spiritualitas dalam menjaga kualitas demokrasi dan kehidupan sosial masyarakat.

Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekhidmatan. Selain menjadi wadah peningkatan wawasan keislaman, pengajian ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antar dosen di lingkungan SPs UPI. Materi yang disampaikan memberikan pemahaman bahwa kemajuan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual, tetapi juga oleh kekuatan moral dan spiritual yang dimiliki masyarakatnya.

Pelaksanaan program ini sekaligus mencerminkan komitmen SPs UPI dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 3: Good Health and Well-being. SPs UPI meyakini bahwa kesehatan dan kesejahteraan tidak hanya mencakup aspek fisik, tetapi juga kesehatan mental dan spiritual yang menjadi fondasi penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan tinggi yang sehat dan produktif.

Melalui kegiatan pengajian rutin ini, SPs UPI terus berupaya menghadirkan keseimbangan antara pencapaian akademik kelas dunia dengan penguatan nilai-nilai kemanusiaan dan spiritualitas. Diharapkan, ilmu dan hikmah yang diperoleh dalam majelis ini dapat menjadi bekal moral bagi seluruh sivitas akademika dalam menjalankan peran sebagai pendidik, peneliti, dan agen perubahan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.