Bandung, 19 Mei 2026 – Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia (SPs UPI) memperkuat komitmen perluasan akses pendidikan tinggi melalui Kunjungan dan Pembahasan Tindak Lanjut Kerja Sama bersama Yayasan Al-Muhajirin pada Selasa, 19 Mei 2026.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIB ini merupakan tindak lanjut dari dokumen kerja sama yang telah ditandatangani kedua belah pihak pada Desember 2025. Pembahasan difokuskan pada skema studi lanjut program magister dan doktor bagi tenaga pendidik di lingkungan Yayasan Al-Muhajirin, serta program peningkatan kapasitas akademik.
Pembukaan: Komitmen Bersama Tingkatkan Kualitas SDM

Acara dibuka dengan sambutan perwakilan dari Ketua Yayasan Al-Muhajirin, Dr. H. Amit Saepul Malik, M.Pd.I. Beliau menegaskan bahwa peningkatan kualifikasi akademik guru merupakan investasi strategis bagi mutu pendidikan pesantren.
Senada dengan itu, Wakil Dekan Bidang Sumber Daya dan Kemitraan SPs UPI, Dr. Tina Hayati Dahlan, S.Psi., M.Pd., Psikolog, memaparkan profil UPI dan SPs UPI. Ia menekankan fleksibilitas program kerja sama yang dirancang agar tidak mengganggu tugas mengajar. “Biaya UKT program magister dan doktor sudah mencakup seluruh biaya operasional akademik: perkuliahan, praktikum, ujian, layanan perpustakaan, bimbingan konseling, hingga operasional fasilitas kampus,” jelas Dr. Tina. Ia menambahkan, kelas kerja sama dapat dilaksanakan pada Jumat atau Sabtu untuk menyesuaikan jadwal guru.
“Biaya UKT program magister dan doktor sudah mencakup seluruh biaya operasional akademik: perkuliahan, praktikum, ujian, layanan perpustakaan, bimbingan konseling, hingga operasional fasilitas kampus,” jelas Dr. Tina. Ia menambahkan, kelas kerja sama dapat dilaksanakan pada Jumat atau Sabtu untuk menyesuaikan jadwal guru.
Penguatan Akademik: Dari Prodi MPG hingga Advanced Learning Hub

Sesi dilanjutkan dengan pengenalan Program Studi Magister Pendidikan Guru (MPG) oleh Ketua Prodi, Prof. Dr. Nandang Rusmana, M.Pd. Ia menjelaskan kurikulum dan keunggulan MPG yang telah berhasil meluluskan mahasiswa dalam tiga semester tanpa mengorbankan mutu.
Selanjutnya, Kepala Advanced Learning Hub SPs UPI, Dr. Rita Anggorowati, M.Pd., memperkenalkan Program Peningkatan Kompetensi Akademik. Program ini dirancang untuk mendukung pengembangan dosen dan guru, termasuk penguatan inisiatif “Saung Nulis” yang telah bertumbuh di lingkungan Yayasan Al-Muhajirin guna mendorong publikasi ilmiah.
Diskusi Interaktif: Jawab Persepsi dan Kebutuhan Lapangan

Sesi tanya jawab berlangsung dinamis. Peserta mengangkat persepsi bahwa studi lanjut di perguruan tinggi negeri “banyak tugas dan sulit lulus”. Menjawab hal tersebut, Prof. Nandang menegaskan bahwa MPG terbuka untuk semua latar belakang prodi dan sistem pembelajarannya dirancang adaptif bagi guru.
Beberapa pertanyaan lain turut mengemuka terkait teknis pelaksanaan, seperti: “Apakah perkuliahan bisa dilaksanakan di Al-Muhajirin? Berapa jumlah minimal mahasiswa? Adakah skema diskon biaya pendidikan?” Tim SPs UPI menjelaskan bahwa perkuliahan di lokasi mitra dimungkinkan dengan jumlah peserta tertentu. Adapun skema pembiayaan akan dibahas lebih rinci pada tahap teknis MoU lanjutan. Opsi perkuliahan Jumat–Sabtu juga disiapkan agar lebih leluasa bagi guru.
Turut hadir dari SPs UPI, Ketua Unit International Partnerships and Education R. Dian Dia-an Muniroh, Ph.D., Ketua GKM Prodi Pendidikan Guru Dr. Rama Wijaya, M.Pd., serta dosen Prodi MPG Dr. Maulia Depriya Kembara, M.Pd. dan Dr. Atep Sujana, M.Pd. Kegiatan ini diikuti oleh para kepala unit di lingkungan Yayasan Al-Muhajirin.
Penutup: Menuju Implementasi Nyata
Kegiatan ditutup pada pukul 11.00 WIB dengan kesepahaman untuk segera merealisasikan kerja sama dalam bentuk kelas kerja sama Program Magister dan Doktor. Sinergi ini diharapkan dapat mempercepat peningkatan kualifikasi akademik guru Yayasan Al-Muhajirin sekaligus memperluas jangkauan pengabdian SPs UPI dalam memajukan pendidikan nasional.
