Bandung, 8 Mei 2026 – Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia menyelenggarakan kegiatan pengajian rutin dengan mengangkat tema “Menyuburkan Iman dengan Ilmu dan Akhlak Mulia”. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pembinaan spiritual serta penguatan nilai-nilai keislaman bagi sivitas akademika di lingkungan Sekolah Pascasarjana UPI.
Keimanan dalam diri manusia diibaratkan oleh Rasulullah SAW seperti tanah yang menerima air hujan. Air hujan tersebut menjadi simbol ilmu yang Allah SWT turunkan kepada manusia, khususnya ilmu agama yang mampu menyuburkan hati, menguatkan akidah, memperbaiki ibadah, serta melahirkan akhlak yang mulia.
Dalam hadis tersebut, manusia digambarkan menjadi tiga jenis tanah. Pertama, tanah subur yang mampu menyerap air hujan lalu menumbuhkan berbagai tanaman bermanfaat. Tanah ini menggambarkan seorang mukmin yang menerima ilmu dengan hati terbuka, mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya. Dari ilmu yang dimilikinya tumbuh perilaku yang baik, tutur kata yang santun, serta tindakan yang membawa keselamatan bagi orang lain. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda bahwa seorang mukmin adalah orang yang mampu menjaga orang lain dari keburukan lisan dan tangannya.
Kedua, tanah yang mampu menyimpan air namun tidak dapat menumbuhkan tanaman. Meski tampak tandus, tanah ini tetap memberikan manfaat karena air yang tersimpan dapat digunakan untuk menyiram tanaman di tempat lain. Ini menggambarkan seseorang yang memiliki ilmu, menyimpannya, lalu suatu saat ilmu tersebut dapat menjadi manfaat bagi orang lain walaupun dirinya belum sepenuhnya mampu mengamalkan secara sempurna.
Ketiga, tanah yang tidak mampu menyerap air sehingga air tersebut mengalir begitu saja tanpa memberikan manfaat. Analogi ini menggambarkan manusia yang mendengar ayat-ayat Allah dan ilmu agama, tetapi tidak menyikapinya dengan benar. Ilmu hanya lewat di pendengaran tanpa masuk ke dalam hati dan tanpa tercermin dalam perilaku kehidupan.
Tanah dalam analogi tersebut adalah diri manusia, sedangkan tumbuhan merupakan perilaku dan akhlak yang lahir dari ilmu yang dimiliki. Karena itu, ilmu agama memiliki peranan penting dalam membentuk kualitas keimanan seseorang. Ilmu yang benar akan menyirami hati sehingga melahirkan kehidupan yang penuh ketenangan, kasih sayang, dan kemuliaan akhlak.
Islam mewajibkan umatnya untuk mencari ilmu sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Thalabul ilmi faridhatun ‘ala kulli muslim” yang berarti mencari ilmu wajib bagi setiap muslim. Ilmu agama yang berkaitan dengan akidah, ibadah, dan akhlak merupakan kewajiban pribadi setiap muslim untuk dipelajari. Namun dalam kenyataannya, banyak orang lebih fokus mengejar ilmu duniawi sementara pemahaman agama justru diabaikan.

Padahal keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan akhlak mulia menjadi pondasi penting dalam kehidupan seorang muslim. Ilmu agama yang benar akan menguatkan akidah, membimbing ibadah sesuai sunnah Rasulullah SAW, serta membentuk karakter dan perilaku yang mulia di tengah masyarakat. Dengan ilmu itulah Allah SWT akan mengangkat derajat orang-orang beriman.
Melalui kegiatan ini, umat Islam diajak untuk menjadi “tanah subur” yang mampu menerima ilmu, menyimpannya dalam hati, lalu menumbuhkan manfaat bagi kehidupan. Selain itu dengan kegiatan ini pun Sekolah Pascasarjana UPI berharap dapat terus membangun budaya akademik yang religius, humanis, dan berkarakter, sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah di lingkungan kampus. Sebab ilmu yang disertai akhlak mulia bukan hanya menyelamatkan diri sendiri, tetapi juga menjadi rahmat bagi sesama.
