Dr. Suci Sundusiah, M.Pd. Memberikan Materi Pada Kegiatan ini (DOK Panitia Pawang BIPA)
Bandung — Program Studi Magister Pendidikan BIPA Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali menyelenggarakan kegiatan akademik bertajuk Pawang BIPA #2 yang mengangkat tema “Mengajarkan Bahasa, Membaca Dunia (Pembelajaran Sastra Indonesia di Kelas BIPA Antarbudaya)”. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya prodi dalam memperkuat kompetensi pedagogis dan wawasan global bagi pengajar maupun calon pengajar BIPA.
Webinar yang dilaksanakan pada Sabtu, 25 April 2026 pukul 19.30–21.00 WIB ini berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting dan terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya. Selain mendapatkan wawasan akademik, peserta juga memperoleh sertifikat sebagai bentuk apresiasi partisipasi.
Acara secara resmi dibuka oleh Ketua Program Studi Magister Pendidikan BIPA UPI, Dr. Nuny Sulistiany Idris, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya inovasi dalam pembelajaran BIPA yang tidak hanya berorientasi pada aspek linguistik, tetapi juga pada penguatan kompetensi antarbudaya sebagai ciri khas pembelajaran bahasa di era global.
Sebagai narasumber utama, Dr. Suci Sundusiah, M.Pd. memaparkan bahwa pembelajaran bahasa tidak cukup hanya berfokus pada kosakata dan tata bahasa. Bahasa merupakan representasi budaya yang mencerminkan nilai, norma, dan cara berpikir suatu masyarakat. Oleh karena itu, pembelajaran BIPA perlu menghadirkan konteks budaya agar pemelajar tidak hanya mampu berbahasa, tetapi juga memahami makna di balik bahasa tersebut.
Dalam paparannya, ia menyoroti pemanfaatan sastra Indonesia sebagai media pembelajaran yang efektif. Sastra dinilai mampu menghadirkan konflik kehidupan, nilai moral, serta realitas sosial yang mendorong pemelajar untuk berpikir kritis dan reflektif. Melalui contoh karya seperti cerita rakyat, pemelajar dapat melakukan interpretasi makna sekaligus membandingkan dengan budaya asal mereka.
Lebih lanjut, diperkenalkan model Intercultural Narrative Pedagogy (INP) yang menekankan tahapan memahami cerita, menafsirkan makna, hingga refleksi antarbudaya. Pendekatan ini memberikan ruang bagi terjadinya “pertemuan budaya” sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna dan kontekstual bagi pemelajar BIPA.
Kegiatan ini mengusung slogan “Cintai Indonesia, Jelajahi Dunia” sebagai refleksi bahwa pembelajaran bahasa Indonesia tidak hanya bertujuan untuk penguasaan bahasa, tetapi juga sebagai sarana diplomasi budaya di kancah global.
Peserta tampak begitu antusias mengikuti jalannya webinar. Hal ini terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan secara langsung kepada narasumber, serta berbagai komentar dan tanggapan aktif yang disampaikan melalui kolom chat selama kegiatan berlangsung. Antusiasme tersebut menunjukkan tingginya minat terhadap pengembangan pembelajaran BIPA berbasis sastra dan pendekatan antarbudaya di lingkungan akademik.


