Skip to content

“BIPA Kian Diminati, Jadi Sarana Diplomasi Bahasa dan Budaya Indonesia”

  • by

Bandung, April 2026 – Program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) semakin menunjukkan peran strategis dalam memperkenalkan bahasa dan budaya Indonesia di tingkat global. Hal ini disampaikan dalam tayangan Siniar Pawang BIPA Seri 1: Selayang Pandang BIPA yang dipublikasikan melalui kanal YouTube Pawang BIPA. Program BIPA merupakan pembelajaran bahasa Indonesia yang ditujukan bagi warga negara asing untuk berbagai keperluan, seperti akademik, pekerjaan, maupun komunikasi sehari-hari. Dalam beberapa tahun terakhir, minat terhadap BIPA terus meningkat seiring dengan meningkatnya peran Indonesia di tingkat internasional.

Dalam kegiatan yang dikemas dalam bentuk siniar tersebut, diskusi dipandu oleh moderator Fia Hana Febiola dan menghadirkan narasumber Ibu Nunny Sulistiany Idris, M.Pd. serta bapak Dr. Mochamad Whilky Rizkyanfi, M.Pd. yang membahas aspek pedagogi serta pengembangan pembelajaran BIPA. Dalam tayangan tersebut dijelaskan bahwa pembelajaran BIPA tidak hanya berfokus pada tata bahasa dan kosakata, tetapi juga mencakup empat keterampilan berbahasa, yaitu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Pendekatan yang digunakan bersifat komunikatif agar pembelajar dapat langsung menggunakan bahasa dalam konteks nyata.

Materi pembelajaran disusun secara bertingkat, mulai dari level dasar, menengah, hingga mahir. Setiap tingkat memiliki capaian kompetensi yang berbeda dan dikaitkan dengan situasi kehidupan sehari-hari, seperti memperkenalkan diri, berbelanja, hingga berinteraksi sosial. Peran pengajar dalam program ini dinilai sangat penting. Pengajar tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga berperan sebagai fasilitator yang membantu pembelajar memahami bahasa sekaligus budaya Indonesia. Oleh karena itu, pengajar dituntut untuk kreatif, adaptif, serta mampu menyesuaikan metode pembelajaran dengan latar belakang peserta yang beragam.

Berbagai tantangan pun kerap muncul dalam pembelajaran BIPA, seperti perbedaan bahasa ibu, latar belakang budaya, serta motivasi belajar yang berbeda-beda. Hal ini menuntut kompetensi khusus bagi pengajar agar pembelajaran dapat berlangsung secara efektif dan menyenangkan. Melalui program BIPA, bahasa Indonesia diharapkan semakin dikenal di tingkat internasional. Selain sebagai sarana pembelajaran bahasa, BIPA juga berfungsi sebagai media diplomasi budaya Indonesia kepada dunia.

Ke depan, pengembangan program BIPA perlu terus dilakukan, baik dari segi kurikulum, metode pembelajaran, maupun peningkatan kualitas tenaga pengajar, agar mampu memperkuat posisi Indonesia di kancah global.

Sejalan dengan meningkatnya kebutuhan tenaga pendidik dan praktisi BIPA yang profesional, masyarakat akademik dan calon pendidik diundang untuk mengembangkan kompetensinya melalui program studi magister di bidang ini. Salah satu institusi yang membuka kesempatan tersebut adalah Universitas Pendidikan Indonesia melalui Program Studi Magister Pendidikan BIPA yang dirancang untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan pedagogi, linguistik, serta pemahaman lintas budaya. Program ini menjadi pilihan tepat bagi mereka yang ingin berkontribusi dalam pengembangan BIPA sekaligus memperkuat peran bahasa Indonesia di tingkat internasional.