Skip to content

“Pengajian Ramadhan Universitas Pendidikan Indonesia bagi Dosen dan Tendik; Menghidupkan Spirit Malam Lailatul Qadr (Good Health and Well-being SDGs 3)”

  • by

Dr. H. Mulyana Abdullah, M.Pd.I Memberikan Tausiyah Terkait Keutamaan Malam Lailatul Qadr (Dok Tim Humas & Publikasi SPs)

Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1447 H serta memperkuat nilai-nilai spiritual di lingkungan akademik, Unit Pelaksanaan Teknis Masjid Al-Furqan menyelenggarakan kegiatan Pengajian Ramadhan bagi dosen dan tenaga kependidikan yang dilaksanakan pada Rabu, 11 Maret 2026 di Auditorium Lantai 5 Gedung Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia. Pada kesempatan tersebut, kajian Ramadhan disampaikan oleh Dr. H. Mulyana Abdullah, M.Pd.I.

Pengajian Ramadhan ini menjadi momentum penting untuk memperdalam pemahaman tentang keutamaan malam Lailatul Qadr, malam yang penuh kemuliaan dan keberkahan. Dalam kajian yang disampaikan, dijelaskan bahwa keistimewaan malam tersebut tercermin dalam Surah Al-Qadr yang menyatakan bahwa malam Lailatul Qadr lebih baik dari seribu bulan. Malam tersebut merupakan waktu turunnya para malaikat dengan membawa berbagai keberkahan dan ketetapan Allah hingga terbitnya fajar.

Selain itu, pemaknaan Lailatul Qadr juga dijelaskan melalui Surah Ad-Dukhan yang menerangkan bahwa pada malam yang penuh berkah tersebut diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi umat manusia dan pada malam itu pula ditetapkan berbagai urusan penting bagi kehidupan manusia Dalam surat tersebut pun dijelaskan bawah pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmat serta pada malam itu ditetapkan dan dicatatnya segala takdir dalam satu tahun kedepan. Hal ini menunjukkan bahwa Ramadhan bukan sekadar momentum ibadah ritual, tetapi juga saat refleksi spiritual, peningkatan kualitas diri, serta penguatan nilai ketakwaan.

Lebih jauh, nilai-nilai Ramadhan juga tercermin dalam pesan yang terkandung dalam Surah Al-Baqarah, khususnya ayat yang menjelaskan tentang kewajiban berpuasa agar manusia mencapai derajat takwa. Melalui ibadah puasa dan berbagai amalan di bulan Ramadhan, umat muslim diajak untuk meningkatkan kedisiplinan, kepedulian sosial, serta membangun karakter yang berintegritas.

Pelaksanaan pengajian ini menjadi bagian dari komitmen dalam menciptakan lingkungan kampus yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga kuat dalam nilai spiritual dan moral. Kegiatan ini juga mendorong civitas akademika untuk menghidupkan masjid sebagai pusat pembinaan iman dan ilmu, sekaligus memperkuat budaya kebersamaan melalui ibadah berjamaah dan kegiatan keagamaan.

Dalam perspektif pembangunan global, kegiatan ini selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya SDGs 3 Good Health and Well-being yang menekankan pentingnya kesejahteraan fisik, mental, dan spiritual bagi individu. Penguatan spiritualitas melalui kegiatan keagamaan terbukti menjadi salah satu faktor penting dalam membangun kesehatan mental, ketenangan batin, serta keseimbangan hidup di lingkungan kerja dan akademik.

Melalui kegiatan Pengajian Ramadhan ini, diharapkan seluruh dosen dan tenaga kependidikan dapat memanfaatkan momentum bulan suci Ramadhan untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperkuat ukhuwah, serta menjemput keberkahan malam Lailatul Qadr dengan memperbanyak amal kebaikan. Civitas akademika juga diajak untuk menghidupkan sepuluh malam terakhir Ramadhan dengan memperbanyak shalat malam, membaca Al-Qur’an, dzikir, dan doa, sebagaimana teladan Rasulullah SAW yang bersungguh-sungguh dalam beribadah pada malam-malam tersebut demi meraih kemuliaan Lailatul Qadr sebagaimana dijelaskan dalam Surah Al-Qadr. Dengan semangat kebersamaan dan keimanan, diharapkan seluruh civitas akademika Universitas Pendidikan Indonesia dapat menjadikan sepuluh malam terakhir Ramadhan sebagai momentum memperkuat ketakwaan, meningkatkan kepedulian sosial, serta membangun karakter yang lebih baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam lingkungan akademik.

Tags: