BANDUNG – Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia (SPs UPI) menerima kunjungan dari jajaran pimpinan Yayasan Al-Muhajirin Purwakarta di Gedung SPs UPI, Kamis (22/01). Pertemuan strategis ini difokuskan pada pembahasan tindak lanjut implementasi dari Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang telah resmi ditandatangani oleh kedua belah pihak pada 11 Desember 2025 lalu.

Delegasi SPs UPI dipimpin langsung oleh Dekan SPs UPI, didampingi oleh jajaran Wakil Dekan, dan Unit Pendukung Kerja Sama. Turut hadir Ketua Program Studi Magister Pendidikan Guru (MPG) serta Ketua Gugus Kendali Mutu (GKM) untuk memberikan skema spesifik mengenai pengembangan profesionalisme guru.
Sementara itu, pihak Yayasan Al-Muhajirin menghadirkan delegasi yang merepresentasikan ekosistem pendidikan mereka, dipimpin oleh Ketua Yayasan Al-Muhajirin, Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah, M.Pd. Beliau hadir didampingi oleh Rektor STAI Al-Muhajirin Purwakarta, Kepala Divisi Litbang Yayasan, Ketua Prodi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) STAI Purwakarta, Kepala Biro serta jajaran dosen dari Institut Agama Islam (IAI) Al-Muhajirin.

Pertemuan ini menjadi momentum krusial untuk menurunkan poin-poin kesepakatan dalam PKS menjadi program kerja nyata. Dekan SPs UPI menegaskan komitmennya dalam mengawal kualitas implementasi tersebut. “Bicara mutu, kiblatnya ke Pascasarjana. Saat ini hampir semua program studi kami sudah unggul, dan sebagai pionir, UPI tetap menjadi kiblat pendidikan nasional. Melalui implementasi PKS ini, kami ingin memastikan keunggulan tersebut juga dirasakan oleh mitra kami,” jelasnya.

Ketua Yayasan Al-Muhajirin, Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas undangan tersebut. “InsyaAllah silaturahmi ini akan membawa berkah. Membangun bangsa harus dimulai dari membangun pendidikannya,” tuturnya. Beliau juga memaparkan perkembangan pesat yayasan yang kini mengelola sekolah dari tingkat PAUD hingga Perguruan Tinggi (STAI dan Institut Teknologi Al-Muhajirin). Dr. Hj. Ifa menekankan pentingnya memaksimalkan kualitas pendidikan bagi guru, termasuk pemberian beasiswa untuk lanjut studi ke jenjang pascasarjana sebagai bagian dari implementasi kerja sama. Sebagai bentuk tindak lanjut konkret dari PKS, Wakil Dekan 1 SPs UPI menjelaskan skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). “Kami memberikan rekognisi dari S1 ke S2 melalui penyetaraan rekam jejak, seperti masa kerja, diklat, hingga portofolio. Semua pengalaman profesional dihimpun dan disetarakan secara akademik,” paparnya.

Selain itu, SPs UPI menawarkan sistem perkuliahan yang adaptif terhadap kesibukan praktisi di Yayasan Al-Muhajirin, yaitu sistem hibrid dan sistem blok. Mahasiswa dapat mengikuti proses secara daring, dengan pertemuan luring hanya di awal dan akhir semester, sehingga tidak mengganggu aktivitas profesional mereka. Kaprodi MPG menambahkan bahwa prodi tersebut siap menerima tenaga pendidik dari Al-Muhajirin yang ingin meraih gelar magister sekaligus meningkatkan standar profesionalitas guru. Pertemuan ditutup dengan paparan teknis mengenai informasi pendaftaran dan rincian biaya studi lanjut di SPs, guna memastikan seluruh keluarga besar Yayasan Al-Muhajirin mendapatkan akses informasi yang lengkap mengenai program pascasarjana UPI.