EFEKTIVITAS IMPLEMENTASI MODEL  PEMBELAJARAN

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

 BERBASIS PORTOFOLIO

 

(Studi Eksperimen  pada Mahasiswa Jurusan Teknik Elektro dan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Purwokerto)

                                                                                                                                         

RINGKASAN DISERTASI

 

Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Memperoleh

 Gelar Doktor  Pendidikan Bidang Pendidikan Ilmu pengetahuan Sosisal

Jurusan PIPS

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Promovendus

 

 

 

TUKIRAN

NIM. 029703

 

 

 

 

 

 

PROGRAM PASCASARJANA

PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

BANDUNG

2005

 

A. Latar Belakang Masalah                        

Pendidikan merupakan aspek yang sangat penting bahkan dapat dikatakan determinan dalam pembentukan karakter dan internalisasi nilai-nilai demokrasi. Kegagalan demokrasi Indonesia selama ini disinyalir salah satunya disebabkan oleh disorientasi pendidikan dan paradigma yang salah dalam proses pendidikan. Dapat dikatakan bahwa pendidikan yang berlangsung selama ini hanya diartikan sebagai ditransfer dalam pembelajaran atau diajarkan dan kurang dipraktikkan dalam realitas sosial.

Pendidikan kita, termasuk juga di perguruan tinggi, masih belum beranjak dari paradigma pendidikan sebagai transfer of knowledge semata. Implikasinya adalah konstruk pembelajaran di kelas dibangun pada asumsi-asumsi konservatif, seperti dosen adalah “manusia yang paling tahu “, mahasiswa hanya mencatat dan belajar berdasarkan apa yang disampaikan oleh dosen, dan  seterusnya. Problem paradigma ini berbuntut pada problem metodologis. Dan belum terselesaikan dalam dunia pendidikan kita.

PKn adalah suatu proses yang di lakukan oleh lembaga pendidikan dengan proses seseorang mempelajari orientasi, sikap dan perilaku politik, sehingga yang bersangkutan memiliki political knowledge, awareness, attitude, political efficacy dan political participation, serta kemampuan untuk mengambil keputusan politik secara rasional, sehingga tidak saja menguntungkan bagi diri sendiri tapi juga masyarakat. Oleh karena itu out come dari PKn bagi bangsa Indonesia adalah menyangkut pengetahuan, sikap mental nilai-nilai dan perilaku yang menjunjung tinggi demokrasi, sehingga akan terwujud warga masyarakat yang baik  dan mampu menjaga persatuan dan integritas bangsa guna mewujudkan Indonesia yang kuat dan sejahtera serta demokratis.

Perguruan tinggi dari perspektif politik merupakan suatu lembaga  yang di harapkan sebagai media rekruitmen, seleksi, dan pendidikan warga bangsa untuk memasuki kelompok elit politik. Cepat atau lambat elit politik masyarakat dan politisi Indonesia akan merupakan lulusan lembaga tinggi. Dalam tindakan yang rasional tersebut diharapkan keputusan yang diambil akan mendatangkan keuntungan tidak saja bagi diri  dan keluarga tapi juga seluruh masyarakat dan bangsa. Dengan kalimat singkat, PKn di perguruan tinggi harus mampu menghasilkan mahasiswa  yang berpikir kritis dan bertindak demokratis. Menjadi bangsa yang “mudah dipimpin tetapi sulit untuk dikendalikan, mudah diperintah tetapi juga sulit untuk diperbudak “ (Zamroni, 2003 :10)

1

 

 

 
Gambaran di atas memperlihatkan permasalahan pembelajaran tradisional pada lembaga-lembaga pendidikan di negara kita. Belum lagi penilaian tradisional  yang bersifat sesaat. Karena sampai saat ini sistem penilaian kita di perguruan tinggi baru sekedar meliputi tiga komponen yaitu tugas terstruktur, ujian tengah semester dan ujian akhir semester. Sedangkan model penilaian berbasis portofolio memiliki empat prinsip dasar yaitu prinsip penilaian proses dan hasil, penilaian berkala dan sinambung, penilaian yang adil dan penilaian implikasi sosial belajar. Seorang dosen, menurut Pannen dan Melati (1997:15) perlu meyakinkan bahwa program yang akan disajikan dalam proses belajar sudah memenuhi asumsi dasar sebagai berikut :

1.       mahasiswa sebagai orang dewasa mampu mengarahkan diri sendiri dalam belajar (self-directing).

2.       mahasiswa sebagai orang dewasa mempunyai pengalaman hidup yang sangat kaya yang merupakan sumber belajar yang berharga.

3.       mahasiswa sebagai orang dewasa cenderung lebih berminat pada proses belajar mengajar yang berhubungan dengan penyelesaian masalah dan tugas-tugas yang dihadapinya.

 

        Menurut Internasional Commision of Jurrits (2003), kita kurang berhasil menyelenggarakan PKn seperti diamanatkan dalam Undang-Undang tentang Sistem Pendidikan Nasional. Isi maupun cara penyampaiannya sangat tidak memuaskan. Isinya hanya mencatat hal-hal yang baik-baik, cara penyampaiannya pun searah, bahkan indoktrinatif. Padahal salah satu syarat terselenggaranya pemerintahan yang demokratis  ialah adanya PKn (civics). Sedangkan menurut Azra (2003:10), kegagalan dalam usaha sosialisasi dan diseminasi demokrasi, apalagi untuk pembentukan cara berpikir (world view) dan perilaku demokrasi di lingkungan pendidik dan masyarakat sekolah/universitas umumnya besumber dari tiga hal. Pertama, secara subtantif, PKn, Pancasila dan Kewiraan tidak secara terencana dan terarah mencakup materi  dan pembahasan  yang lebih terfokus pada pendidikan demokrasi dan kewarganegaraan. Materi-materi yang ada umumnya terpusat pada pembahasan yang idealistik, legalistik, dan normatif, Kedua, kalaupun materi-materi yang ada pada dasarnya potensial bagi Pendidikan Demokrasi dan PKn, potensi itu tidak berkembang, karena pendekatan dan pembelajarannya bersifat indoktrinatif, regimentatif, monologis dan tidak partisipatif. Ketiga, ketiga subjek itu lebih teoritis daripada praktis. Akibatnya terdapat diskrepansi yang jelas diantara teori dan wacana  yang dibahas dengan realitas sosial politik yang ada. Bahkan pada tingkat sekolah/universitas sekalipun, diskrepansi itu sering pula terlihat dalam bentuk otoritanisme bahkan feodalisme orang-orang sekolah dan universitas itu sendiri. Akibatnya bisa dipahami, kalau sekolah/universitas gagal untuk membawa peserta didik untuk “mengalami demokrasi”.

2

 
Berdasarkan uraian dan pengalaman di atas, perlu diadakan pembaharuan dalam proses pembelajaran PKn di perguruan tinggi, salah satunya adalah  pembelajaran PKn dengan menggunakan model pembelajaran berbasis portofolio, karena berdasarkan pengalaman empirik peneliti dan juga survei awal peneliti, menunjukkan bahwa para dosen PKn di Universitas Muhammadiyah Purwokerto selama ini masih menerapkan sistem pembelajaran konvensional. Hal ini bisa  saja terjadi karena masih adanya keraguan pengaruh/manfaat terhadap model pembelajaran PKn dengan berbasis portofolio, serta belum adanya penelitian terhadap masalah ini di tingkat perguruan tinggi. Padahal model pembelajaran  berbasis portofolio  memiliki prinsip dasar yang kuat seperti prinsip belajar siswa aktif, kelompok belajar kooperatif, pembelajaran partisipatorik, dan reactive teaching (Budimansyah, 2002:v). Di samping itu, model pembelajaran  ini memiliki landasan pemikiran yang kuat, yaitu membelajarkan kembali (Re-edukasi), dan merefleksi pengalaman belajar.  Zuriah(2003:2) menguatkan, bahwa model pembelajaran berbasis portofolio memungkinkan mahasiswa untuk : 1) berlatih memadukan antara konsep/teori yang diperoleh dari penjelasan dosen atau dari buku referensi dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, 2). mahasiswa diberi kesempatan untuk mencari informasi di luar kelas/kampus baik informasi yang sifatnya benda/bacaan, penglihatan objek langsung, TV/radio/internet maupun orang/pakar/tokoh, 3) membuat alternatif untuk mengatasi topik/objek yang dibahas, 4) membuat suatu keputusan (sesuai kemampuannya) yang berkaitan dengan konsep yang telah dipelajarinya, dengan mempertimbangkan nilai-nilai yang ada di masyarakat, dan 5) merumuskan langkah yang akan dilakukan untuk mengatasi masalah dan mencegah timbulnya masalah yang berkaitan dengan topik yang dibahas.

 

B. Rumusan Masalah

Khusus dalam pembelajaran PKn, model dan paradigma baru sangat ditekankan. Dalam     keilmuan ini aspek afektif sangat ditonjolkan sebagai ciri khas pembentukan watak, juga disiplin. PKn itu sendiri menekankan penerapan dalam kehidupan, bukan wacana, tetapi aplikatif. Oleh karena itu dalam PKn diperlukan bentuk sajian yang berbeda dalam mengajar, menggunakan metode pembelajaran, serta evaluasi.

3

 
            Selama ini metode pengajaran yang diterapkan dalam matakuliah Pendidikan Kewiraan sampai berubah menjadi Pendidikan Kewarganegaraan nilai intinya lebih banyak pada  proses indoktrinasi yang hanya menyentuh aspek kognisi, sedangkan aspek sikap dan perilaku belum tersentuh. Perguruan tinggi, juga masih belum beranjak dari paradigma pendidikan sebagai transfer of knowledge semata. Sehingga tidak mengherankan apabila muncul tanggapan yang kurang baik / negatif dari kalangan civitas akademika terhadap PKn. Di samping adanya sinyalemen bahwa PKn kurang berhasil. Di samping itu terdapatnya  penghargaan / perlakuan yang berbeda terhadap dosen matakuliah PKn dengan dosen matakuliah lain. Ini semua paling tidak merupakan wahana bahwa metode pembelajaran tradisional yang dipakai selama ini dalam PKn kurang produktif.

 

Struktur Keilmuan Pendidikan Kewarganegaraan

 

 


Pengetahuan Kewarganegaraan

                        

                       Kompeten                                               

                                                                                                 Percaya diri

Warganegara yang berpengetahuan

terampil dan berkepribadian

Ketrampilan                                                                                        Nilai-nilai                                          

Kewarganegaraan                                Komitmen                        Kewarganegaraan       

                                        

 

 

 

 

Gambar 1 Struktur Keilmuan PKn

Adaptasi : Depdiknas 2003:3)

 

          Menurut pendapat Erni (2002:46), model pembelajaran berbasis portofolio merupakan upaya pendekatan siswa kepada objek yang dibahas. pengajaran yang menjadikan materi yang dibahas secara langsung dihadapkan kepada siswa, atau siswa secara langsung mencari informasi tentang yang dibahas ke alam atau masyarakat sekitar. Di samping itu peserta didik akan memperoleh pengalaman fisik terhadap objek dalam pembelajaran, serta memperoleh pengalaman atau terlibat secara mental.

Salah satu prinsif dasar model pembelajaran berbasis portofolio adalah prinsip belajar siswa aktif. Pannen dan Sekarwinahyu (1997: 6-7) mengasumsikan, bahwa belajar aktif sebagai pendekatan belajar yang efektif untuk dapat membentuk mahasiswa sebagai manusia seutuhnya yang mempunyai kemampuan untuk belajar mandiri sepanjang hayatnya, dan untuk membina profesionalisme dosen. Oleh karena itu penelitian ini ingin mengetahui model mana yang lebih efektif, produktif, dan baik, di antara model pembelajaran berbasis portofolio, dengan model pembelajaran yang tidak berbasis portofolio. 

    

4

 
Berdasarkan pendapat dan latar belakang masalah tersebut, maka rumusan masalah dalam penelitian ini meliputi adakah perbedaan yang signifikan antara mahasiswa yang mendapatkan perkuliahan PKn dengan model pembelajaran berbasis portofolio dengan mahasiswa yang mendapat perkuliahan PKn dengan metode pembelajaran konvensional tentang :1).  tanggapan mahasiswa terhadap   pembelajaran PKn;2)  sikap demokratis antara mahasiwa;3) akhlak  mahasiswa ; 4)  tangggapan mahasiswa terhadap pentingnya intergritas nasional ;5) kesadaran sikap tentang hak dan kewajiban mahasiswa sebagai warga negara ;6) tanggapan mahasiswa tentang HAM; 7) prestasi hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan;

Analisis terhadap masing-masing indikator

Tujuan Pkn

 
 


                                               

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Gambar 2 : Analisis masing-masing indikator

Keterangan :

  1. Tanggapan mahasiswa terhadap pembelajaran PKn
  2. Sikap demokratis mahasiswa
  3. Akhlak mahasiswa
  4. Tanggapan mahasiswa terhadap pentingnya integritas nasional
  5. Kesadaran hak dan kewajiban mahasiswa sebagai warganegara
  6. Tanggapan mahasiswa terhadap HAM
  7. 5

     
    Prestasi belajar PKn

 

D. Tujuan Penelitian

1. Tujuan Umum

Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran berbasis portofolio dalam mata kuliah PKn, mengembangkan model pembelajaran berbasis portofolio dalam pembelajaran PKn di perguruan tinggi sesuai dengan tuntutan zaman dan kebutuhan mahaiswa  pada era global, sehingga dapat mengembangkan nilai-nilai demokrasi, akhlak mulia, integritas nasional, hak dan kewaijiban sebagai warganegara, nilai-nilai HAM, dan tanggung jawab di kalangan mahasiswa sebagai warga masyarakat, warga negara dan warga dunia.

 

2. Tujuan Khusus

Tujuan Khusus  penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan hasil pembelajaran PKn model pembelajaran berbasis portofolio dengan model pembelajaran mahasiswa  Jurusan Teknik Elektro dan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Purwokerto semester gasal tahun akademik 2004-2005 yang meliputi : 1).  tanggapan mahasiswa terhadap   pembelajaran PKn; 2)  sikap demokratis antara mahasiwa;3) akhlak  mahasiswa ; 4)  tangggapan mahasiswa terhadap pentingnya intergritas nasional ;5) kesadaran sikap tentang hak dan kewajiban mahasiswa sebagai warga negara ;6) tanggapan mahasiswa tentang HAM; 7) prestasi hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan.

 

D. Metode Penelitian

1. Desain Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimen lapangan.  Peneliti memanipulasikan  sesuatu stimuli, treatment, atau kondisi-kondisi eksperimental, kemudian mengobservasi pengaruh atau perubahan yang diakibatkan oleh manipulasi yang dilakukan secara sengaja dan logis. Penelitian ini  merupakan kajian penelitian dalam situasi nyata (realitas), dengan memanipulasikan satu variabel bebas dalam kondisi yang dikontrol dengan cermat oleh pembuat eksperimen sejauh yang dimungkinkan oleh situasinya.

Desain penelitian yang digunakan adalah desain eksperimen yang sebenarnya (true experimental disains) yang kedua yaitu pengujian - awal pengujian - akhir kelompok kontrol (pretest-postest control group disain) dengan pola sebagai berikut :

6

 
 

     Random  Group         Pretest                     Treatment                  Posttest           

         A                 O1                  X1                           O2

R              

                               B                   O1                  X2                           O2

                                        Time

Gambar 3 : Desain Penelitian

Adaptasi : McMillan dan Schumacher,2001:335

Keterangan :

R   : Responden                                     O1   : Pretest

A    : Kelompok Eksperimen                 O2   : Posttest

B      : Kelompok Kontrol

X1  : Treatment dengan pembelajaran berbasis portofolio

X2  : Treatment dengan pembelajaran konvensional

 

  Perbedaan perlakuan terhadap kelompok eksperimen dan kelompok kontrol  sebagaimana tabel di bawah ini

 

Tabel 1.1. Perbedaan Perlakuan terhadap Kelompok Ekspermen

dan   Kelompok Kontrol

 

Kelompok

Perlakuan

Eksperimen

Model pembelajaran berbasis portofolio

Kontrol

Model pembelajaran konvensional

 

 

2. Populasi Penelitian

                Penelitian ini dilaksanakan pada mahasiswa Jurusan Teknik Elektro dan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Muhammaduyah Purwokerto Semester Gasal 2004-2005 yang mengontrak matakuliah PKn.

       

7

 
 


Tabel 1.2.Keadaan Populasi Penelitian

NO 

Program Studi

Semester

Populasi

Jumlah

1

 

 

 

2

 

Teknik Elektro

 

 

 

Teknik Kimia

III

V

IX

 

I

V

VII

1

6

3

 

19

12

3

 

 

10

 

34

 

 

Jumlah

44

44

Populasi tersebut dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Untuk mengelompokkan populasi ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dipergunakan random sampling dengan teknik undian. Seluruh populasi dipersilakan untuk mengambil undian yang berisi huruf E dan K. Populasi yang memperoleh huruf E , berarti menjadi kelompok eksperimen, sedangkan yang memperoleh undian huruf K menjadi kelompok kontrol, sebagaimana penjelasan sebelumnya Sehingga komposisi / keadaan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol sebagaimana tabel di bawah ini

Tabel 1.3.Keadaan Kelompok Eksperimen Penelitian

NO

Program Studi

Semester

Populasi

Jumlah

1

 

 

 

2

Teknik Elektro

 

 

 

Teknik Kimia

III

V

IX

I

V

IX

1

4

2

 

7

6

2

 

 

7

 

 

 

15

 

 

Jumlah

22

22

8

 

Tabel 1.4 .Keadaan Kelompok Kontrol Penelitian

NO

Program Studi

Semester

Populasi

Jumlah

1

 

 

2

Teknik Elektro

 

 

Teknik Kimia

 

 

 

 

 

V

           IX

 

I

V

VII

2

1

 

12

6

1

 

3

 

 

 

19

 

 

Jumlah

22

22

 

3. Pengembangan Alat Pengumpul Data

 

         Untuk memperoleh alat pengumpul data yang tepat, sebelumdigunakan, alat pengumpul data ini diuji dahulu lewat uji validitas, uji reliabilitas, uji tingkat kesukaran dan daya beda.

 

 

4.Pengumpulan Data

Secara garis besar, teknik pengumpulan data dalam penelitian ini, seperti tabel di bawah ini:

Tabel 1.5.Teknik Pengumpulan Data

No

Masalah

Teknik Pengumpulan Data

1

Tanggapan mahasiswa terhadap pembelajaran PKn

Angket/skala sikap

2

Sikap demokratis mahasiswa

observasi

3

Akhlak mahasiswa

observasi

4

Tanggapan mahasiswa terhadap pentingnya intregritas nasional

angket/skala sikap

5

9

 
Kesadaran mahasiswa terhadap hak dan kewajibannya sebagai warga negara

Angket/skala sikap

6

Tanggapan mahasiswa terhadap hak asasi manusia ( HAM )

Angket/skala sikap

7

Prestasi hasil belajar PKn

Tes tertulis

 

5. Prosedur dan Teknik Pengolahan Data

a. Uji normalitas data, dengan analisis grafik histogram dan metode normal   probability plot.

b.Uji omogenitas data, dilakukan dengan program SPSS 10.

c. Uji Hipotesis , digunakan uji statistik Analisis Variansi (ANAVA) dan uji t serta uji regresi linear dengan program SPSS versi 10.00.

E. Hasil Penelitian

     1.Tanggapan Mahasiswa terhadap Pembelajaran PKn

Gambar 3  Grafik Tanggapan Mahasiswa terhadap Pembelajaran PKn

 Ada  perbedaan yang signifikan  tanggapan mahasiswa  terhadap pembelajaran PKn antara mahasiswa yang mendapatkan perkuliahan PKn dengan model pembelajaran berbasis portofolio dengan mahasiswa yang yang mendapat perkuliahan dengan model pembelajaran konvensional.

 

2. Sikap Demokratis Mahasiswa

10

 
                Gambar 4 Grafik Sikap Demokratis Mahasiswa

Ada perbedaan yang signifikan  sikap demokratis mahasiswa dan adanya perbedaan peningkatan sikap demokratis mahasiswa sebesar 1,82 % (8,09 % dengan      9,9 %) antara mahasiswa yang mendapatkan perkuliahan PKn dengan model penilaian berbasis portofolio dengan mahasiswa yang mendapat perkuliahan dengan model konvensional.

3.Akhlak Mahasiswa

Gambar 5   Grafik Akhlak Mahasiswa

 

Ada  perbedaan yang signifikan  akhlak mahasiswa dan perbedaan peningkatan akhlak mahasiswa sebesar 6,68 % ( 10,36 % dan 3,68 %) antara mahasiswa yang mendapatkan perkuliahan PKn dengan model penilaian berbasis portofolio dengan mahasiswa yang mendapat perkuliahan dengan  model konvensional.

 

4.Tanggapan Mahasiswa terhadap Pentingnya Integritas Nasional.

Gambar 6 Grafik  Tanggapan Mahasiswa terPentingnya Integritas Nasional

Ada perbedaan yang signifikan tanggapan mahasiswa terhadap pentingnya integritas nasional  dan adanya perbedaan peningkatan tanggapan mahasiswa terhadap pentingnya integritas nasional sebesar 4,99% (11,92 % dan 6,93 %) antara mahasiswa yang mendapatkan perkuliahan PKn dengan model perkuliahan berbasis portofolio dengan mahasiswa yang yang mendapat perkuliahan dengan model konvensional.

5.Kesadaran Hak dan Kewajiban Mahasiswa sebagai Warganegara

Gambar 7 Grafik  Kesadaran Hak dan Kewajiban Mahasiswa  sebagai Warganegara

Ada perbedaan yang signifikan  kesadaran tentang hak dan kewajiban mahasiswa sebagai warganegara dan adanya perbedaan peningkatan kesadaran tentang hak dan kewajiban mahasiswa sebagai warganegara sebesar 5, 68 % ( 14,82 % dan 9,14 %) antara mahasiswa yang mendapatkan perkuliahan PKn dengan model penilaian berbasis portofolio dengan mahasiswa yang yang mendapat perkuliahan dengan model konvensional.

 

6.Tanggapan Mahasiswa terhadap HAM

Gambar 8 Grafik  Tanggapan Mahasiswa terhadap HAM

11

 

12

 
 


Ada  perbedaan yang signifikan  tanggapan mahasiswa  terhadap HAM  dan terdapatnya perbedaan peningkatan tanggapan mahsiswa terhadap HAM sebesar 6,45 % ( 14,86 % dan 8,4%) antara mahasiswa yang mendapatkan perkuliahan PKn dengan model penilaian berbasis portofolio dengan mahasiswa  yang mendapat perkuliahan dengan model konvensional.

 

7.Prestasi Hasil Belajar PKn

Gambar 9 Grafik Prestasi Hasil Belajar PKn

Ada perbedaan yang  signifikan  prestasi hasil belajar PKn antara mahasiswa yang mendapatkan perkuliahan PKn dengan model penilaian berbasis portofolio dengan mahasiswa yang  mendapat perkuliahan dengan menggunakan model konvensional.

Secara keseluruhan,kenaikan nilai dari sebelum memperoleh dan setelah memperoleh pembelajaran Pkn seperti tabel di bawah ini

Tabel 1.6 Kenaikan Nilai Pembelajaran Pkn

 

          Kelompok Eksperimen                                             Kelompok Kontrol

No

X1 Terhadap

R

Y

No

X1 Terhadap

R

Y

1

2

3

4

5

6

 

X2

X3

X4

X5

X6

X7

 

0,54

0,56

0,75

0,66

0,66

0,74

0,29

0,31

0,56

0,43

0,44

0,55

1

2

3

4

5

6

 

 

X2

X3

X4

X5

X6

X7

 

0,13

0,30

0,69

0,45

0,59

0,65

0,02

0,09

0,46

0,20

0,25

0,43

 

 

Keterangan :

X2 : Sikap Demokratis Mahasiswa

X3 : Akhlak Mahasiswa

X4 : Tanggapan Mahassiwa terhadap Integritas Nasional

X5 : Kesadaran Hak dan Kewajiban Mahasiswa sebagai Warganegara

X6 : Tanggapan Mahasiswa terhadap HAM

X7 : Prestasi Hasil Belajar PKn

Y1 : Nilai rata-rata sebelum pembelajaran Pkn

Y2  : Nilai rata-rata setelah pembelajaran Pkn

 

Hasil analisis korelasi dan sumbangan model pembelajaran terhadap variabel penelitian seperti tabel di bawah ini

Tabel  1.7. Korelasi dan Sumbangan Model Pembelajaran terhadap Variabel Penelitian

 

        Kelompok Experimen                                                 Kelompok Kontrol

No

Variabel

Y1

Y2

%

 

1

2

3

4

5

6

 

 

X2

X3

X4

X5

X6

X7

 

 

76

74,32

67,68

69,82

70,82

62,14

 

85,91

84,68

79,5

84,36

85,68

82,5

 

9,91

18,32

11,82

14,55

14,86

20,36

No

Variabel

Y1

Y2

%

 

1

2

3

4

5

6

 

 

X2

X3

X4

X5

X6

X7

 

72,27

72,09

67,86

71,68

71,84

62,41

 

 

80,36

75,77

74,73

80,82

80,23

76,68

 

8,09

3,68

6,86

9,14

8,41

14,27

 Keterangan :

X1 : Pembelajaran PKn

X2 : Sikap Demokratis Mahasiswa

X3 : Akhlak Mahasiswa

X4 : Tanggapan Mahassiwa terhadap Integritas Nasional

X5 : Kesadaran Hak dan Kewajiban Mahasiswa sebagai Warganegara

X6 : Tanggapan Mahasiswa terhadap HAM

X7 : Prestasi Hasil Belajar PKn

R   : Koefesien Korelasi

Y   : Besarnya Sumbangan

F. Implikasi

14

 

13

 
                Temuan-temuan penelitian ini memiliki implikasi  model pembelajaran berbasis portofolio pada matakuliah PKn di perguruan tinggi yang meliputi: 1) merubah tanggapan mahasiswa terhadap PKn ke arah yang lebih positif; 2) mengembanagkan sikap demokratis mahasiswa;3) mengembangkan akhlak mahasiswa; 4) membentuk tanggapan mahasiswa yang positif terhadap pentingnya integritas nasional; 5) mengembangkan sikap dan kesadaran mahasiswa terkait dengan hak dan kewajibannya sebagai warganegara; 6) mengembangkan tanggapan mahasiswa terhadap HAM; 7) meningkatkan prestasi belajar matakuliah PKn bagi mahasiswa.

 

G. Saran

                Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran dapat disampaikan terutama kepada para dosen PKn, yaitu : 1) hendaknya tidak lagi menggunakan metode pembelajaran yang bersifat indoktrinatif dan konvensional; 2) memodifikasi metode pembelajaran, karena mengembangkan sikap demokratis harus dalam suasana yang demokratis pula; 3) memberikan teladan yang baik dan mengaitkan PKn dengan kisah-kisah keteladanan; 4) Memantapkan pemahaman mahasiswa tentang pentingnya integritas nasional; 5) menanamkan dan mewujudkan kesadaran hak dan kewajiban mahasiswa ebagai warganegara; 6) mengkondisikan suasana pembelajaran yang dapat menumbuhkan kesadaran mahasiswa untuk menghormati HAM orang lain; 7) reaktif, artinya di samping mengajar yang baik juga berusaha menumbuhkan motivasi belajar mahasiswa, meyakinkan manfaat PKn dan menciptakan PBM yang menarik; 8) mengorganisasikan pengalaman dan kehidupan mahasiswa menjadi pengetahuan dan pengalaman baru yang memberi makna bagi kehidupan mahasiswa; 9) mengkondisikan pembelajaran PKn yang lebih bebas,bersifat praktis, mengacu pada pemecahan masalah yang terkait dengan masalah kehidupan bersama/bermasyarakat; 10) sebagai fasilitator, sebagai penyedia sarana yang dapat mengilhami mahasiswa agar mereka mampu berpikir aktif dan kreatif untuk mewujudkan warganegara yang baik dan bertanggung jawab.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

15

 
 


DAFTAR PUSTAKA

A. Buku

                                                                                                       

Airasian, W, (1994). Clasroom Assessment, Boston,Va : Mc Graw Hill,Inc.

Ali, M. (1996). Guru dalam Proses Belajar Mengajar, Bandung : Sinar Baru.

Ashkenas,Ron,(2000). The  Boundarlyless Organization Breaking Chains of  Organizational Structure, San Franscisco : Jossey-Bass Publishers.

Azwar, S. (1998). Sikap Manusia Teori dan pengukurannya, Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Bakri, U. (1993). Akhlak Muslim, Bandung : Angkasa.

Basrie, C.,(2002). Modul Acuan Proses Pembelajaran Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian (MKPK) Pendidikan Kewarganegaraan, Jakarta : Depdiknas Dirjendikti.

Best, W., (1977). Research In Education, India : Prentice-Hall.

Boediono (2002). Pelaksanaan Kurikulum Berbasis Kompetensi. Jakarta : Balitbang Depdiknas.

Borg,W.R & Hall,M.D.,( 1989). Educational Research, London : Longman Group.

Budimansyah, D. (2002). Model Pembelajaran dan Penilaian Berbasis Portofolio, Bandung: PT Genesindo.

16

 
Chamim, A.I., et al. (2003), Civic Education Pendidikan Kewarganegaraan Menuju Kehidupan yang Demokratis dan Berkeadaban, Yogyakarta : Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, LP3M UMY, The Asia Foundation.p

Cipto, B.,(2002). Pendidikan Kewarganegaraan(Civic Education) ,   Yogyakarta : LP3 UMY.

Coombs,  H.(1985). The World Crysis in Education The View From the Eighties, New York : Oxford University Press.

Creswell, W. (994). Research Desigh Qualitative & Quantitative Approaches, New Delhi : Sage Publications.

 Ditjendikti  Depdiknas, (2002). Modul Acuan Proses Pembelajaran Matakuliah Pengembangan Kepribadian, Jakarta : Depdiknas

Edwards, A.L., (1951). Techniques of Attitude Scale Construction, New York : Appleton-Century-Crofts, Inc.

El-Jazairi, A. B. J.(997). Pola Hidup Muslim (Minhajul Muslim) Thaharah, Ibadah, dan Akhlak (alih Bahasa Rachmat Djatnika dan Ahmad Sumpeno), Bandung : Remaja Rosdakarya.

Fajar, A. (2002). Portofolio dalam Pelajaran IPS, Bandung : PT Remaja Rosdakarya

Furqon, (1997). Statistika Terapan untuk Penelitian, Bandung : Alfabeta.

Giddens, A. (1999). Runaway Wolrd, London : Profil Books Ltd.

Ghozali, I.(2001). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Semarang. Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Halim, M.N.A. (2002). Menghias Diri dengan Akhlak Terpuji, Yogyakarta : Mitra Pustaka.

Hasan, F. (1990). Belajar dan Pembelajaran, Jakarta Balai Pustaka.

17

 
 


Ibnu Hadjar,  (1999). Dasar-dasar Metodologi Penelitian Kwantitatif dalam Pendidikan, Jakarta : Raja Grafindo Persada.

 Ilyas, Y.(2002). Kuliah Akhlaq, Yogyakarta, Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam.

Irawan, P., Suciati dan Wardani, I.G.A.K.(1997). Teori Belajar, Motivasi dan Ketrampilan Mengajar, Jakarta : Ditjen Dikti Depdikbud.

Joice,B. and Marsha W. (1992). Models of Teaching, New Jersey : Prentice Hall, Inc.

Kerlinger, N, (1986). Foundation of Behavioral Reserarch Third Edition,Eugene, Oregon:Winston Inc.All.

Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), (1994). Kewiraan Untuk Mahasioswa, Jakarta :PT Gramedia Pustaka  Utama.

Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah (2004), Direktori Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM), Yogyakarta : Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah.

Mas’ud, M. (1998). Nasionalisme dan Tantangan Global Masa Kini, Yogyakarta : Gadjahmada University Press.

Millan,Mc & Schumacher,S., (2001).Research in Education, London : Longman

Muller, J.,(t.t,) . Measuring Social Attitudes A Handbook for Reseachers and Parctitioners, New York and London: Teachers College Press.

Nasoetion, A.H. dan Barizi (1979), Metode Statistika : Jakarta : PT Gramedia.

18

 
National Council for the Social Studies(1962). The Role of the Social Studies, Social Education,XX.                    

Nazir, M. (1999).Metode Penelitian, Jakarta : Ghalia Indonesia.

Nurkancana, W.  dan Sumartana, (1986). Evaluasi Pendidikan, Surabaya : Usaha Nasional

Oemar Bakry,(1993). Akhlak Muslim, Bandung: Angkasa.

Pannen, P dan Malati, I.(1997). Mengajar di Perguruan Tinggi Bagian Dua Pendidikan Orang Dewasa, Jakarta : Dirjen Dikti Depdikbud.

Pannen, P. dan Sekarwinahyu M. (1997). Mengajar di Perguruan Tinggi Bagian Dua Belajar Aktif, Jakarta : Dirjen Dikti Depdikbud.

Popham,  W. (1995). Clasroom Assesment What Teacher Need to Know, Boston : Simon &Schuster Company.

                        Quesem, Abul. (1988, ). Etika Al Ghazali Bandung : Pustaka Setia.

Reigeluth, M.,(1983) Instructional –Design Theories and Models : An Overview of Their Current Stutus, London : Lawrence Erlbaum Associates.

Riyanto, M. (2002). Pendekatan dan Metode Pembelajaran, Malang : Depdiknas Ditjen Dikdasmen Proyek Peningkatan Pusat Pengembangan Penataran Guru IPS dan PMP.

Rosyada, D. (2004). Paradigma Pendidikan Demokrasi Sebuah model Pelibatan Masyarakat dalam Penyelenggaraan Pendidikan, Jakarta : Prenada Kencana.

Ruseffendi,H.E.T, dan Ahmad Sanusi, (1998). Dasar-dasar Penelitian Pendidikan dan Bidang Non-Eksata Lainnya, Semarang : IKIP Semarang Press.

19

 
Sardiman, (1994). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, Jakarta: Rajawali.

Soekamto, T., Wardani,I.G.A.K., dan Winataputra,U.S.  (1993). Prinsip Belajar dan Pembelajaran, Jakarta Ditjen Dikti Depdikbud.

Somantri, N. (1976). Metode Mengajar Civics, Jakarta : Erlangga.

Sudjana, (1994). Metoda Statistika, Bandung : Tarsito.

Sudjana, N. ( 1989). Penelitian dan Penilaian Pendidikan, Bandung : Sinar Baru.

Sukaya, E.Z.(2002). Pendidikan Kewarganegaraan Untuk Perguruan Tinggi, Yogyakarta : Paradigma.

Sulaiman, W. (2002). Jalan Pintas Menguasai SPSS 10., Yogyakarta : Penerbit Andi

Sumarsono, S. (2000). Pendidikan Kewarganegaraan, Jakarta : Lembaga Ketahanan Nasional.

Suryadi,A.(1983). Membuat Siswa Aktif Belajar, Jakarta : Bina Cipta.

Ubaidillah,A. (2000). Pendidikan Kewargaan(Civic Education) Demokrasi, HAM dan Masyarakat Madani,Jakarta : IAIN Jakarta Press.

Unesco, (1998). Learning to Live Together in Peace and Harmony, Bangkok : Unesco Proap.

Unesco, (1999). Learning: The Treasure Within, Terjemahan Napitupulu, Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Wand, E., and Gerald W. B.(1957). Essentials of Educational Evaluation, New York : Holt Rineehart and Winston.

20

 
Winataputra, U.S. (2000). Kata Pengantar, dalam buku Pendidikan Kewarganegaraan (Civic Education), Jakarta: IAIN Jakarta Press.

Winkel, W.S.(1986). Psikologi Pendidikan dan Evaluasi belajar, Jakarta : Gramedia.

Wiyono,B.B., dan Tumardi (2003). Evaluasi Pembelajaran, Malang: Universitas Negeri Malang Fakultas Ilmu Pendidikan.

Zainul, A. Dan Nasution, A. (1994). Penilaian Hasil Belajar, Jakarta : Dirjen Dikti Depdikbud.

Zamroni, (2001), Pendidikan untuk Demokrasi Tantangan Menuju Civil Society,Yogyakarta : Bigraf Publishing.

 

B.  Jurnal

 

Azra, A.(2002). “Pendidikan Kewargaan untuk Demokrasi Indonesia”, Warta PTM, Edisi (2) Th. XV, 8-10

Muhaimin,Y.(2002).“Pendidikan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi”,  Warta PTM, Edisi Khusus (1) Th.XIV, 10-11.

 Rosyada, D.(2003). “Menciptakan Experimental Democracy Melalui Pembelajaran CE”,. Warta PTM, Edisi (7) Tahun XV,8-18.

Rousculp,E., and Maring, Gerald H.,(1992). Portfolios for a Community of learners, International Reading Association Journal of Reading 35 : 5 February 1992.

 Siswomihardjo, K.W. (998). “Wawasan Kebangsaan dalam Era Reformasi”,  Filsafat Pancasila, No.(2) ,Tahun II, 3-14.

Zamroni, (2003c). Pendidikan Kewarganegaraan: Tradisi dalam memelihara Kehidupan  Majemuk,  Warta PTM Edisi7 Th.XV, 10-11.

21

 
Zamroni,(2003a). Civic Education di Perguruan Tinggi: Urgensi dan Metodologi, Warta PTM Edisi (1) Tahun XV, 8-11.

C.  Makalah

 

Brodjonegoro, S.S.(2000). Prospek Pendidikan Tinggi di Indonesia, Makalah dalam Pengarahan pada Penataran Dosen Pancasila di Jakarta, Nopember,2000.

Buchori, M. (2000). Reformasi Pendidikan, Jakarta : Analisis CSIS Tahun XXIX/2000, No.(3), 242-255.

Fadjar,A.M. (2003). “Sambutan Mendiknas pada Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tanggal 2 Mei 2003”, Sambutan Mendiknas pada Peringatan Hardiknas, 2 Mei 2003,Jakarta

Kusno, (2003). Pedoman Pengembangan Sistem Penilaian Pembelajaran Berbasis Kompetensi (Makalah, disampaikan di UMP, 2 Agustus 2003).

Sumantri, M.N. (2002). Masalah Hak dan Kewajiban warganegara, dalam Kapita Selekta Pendidikan Kewarganegaraan untuk Mahasiswa Bagian I, Jakarta : Ditjendikti Depdiknas.

Sumantri, M.N. 2001). Masalah Hak dan kewajiban Warganegara (makalah) Disampaikan pada Pelatihan Dosen PKn 6-11 Agustus 2000 di Jakarta.

Zamroni, (2003b), Peran pendidikan Tinggi dalam Menuju Kehidupan Masyarakat yang Demokratis, Makalah di sampaikan pada Seminar Nasional Civic Education di Perguruan Tinggi di Yogyakarta, 8-9 Maret 2003.

Zainul, A. (2004). Penerapan Asesmen Alternatif dalam pembelajaran Sejarah Lokal (Makalah), Disampaikan pada Seminar Nasional Kurikulum Berbasis Kompetensi dan pengembangan Pembelajaran Sejarah Lokal dalam Perspektif Integrasi Bangsa, Jurusan Pendidikan Sejarah UPI Bandung, 28 Februari 2004            

22

 
 


Zuriah, N. (2003). Portofolio dan Penerapannya dalam Pembelajaran CE, Makalah disampaikan dalam Pelatihan Stakholders Pengembangan Civic Education di Perguruan Tinggi Muhammadiyah, 4-8 Agustus 2003.

 

D.  Dokumen

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi,(2000). Penyempurnaan (GBPP) (MKPK) Pendidikan Kewarganegaraan Pada Perguruan Tinggi di Indonesia, Jakarta : Depdiknas RI.

Ditjen Dikdasmen Depdiknas (2003).Undang-undang Republik Indonesia No.20 Tahun 2003, Tentang Sistem Pendidikan Nasional,  Jakarta :Ditjen Dikdasmen Depdiknas

Ketetapan-Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Hasil Sidang Istimewa Tahun 1998, Sola: PT Pabelan.

Undang-undang No.39 Tahun 1999. Tentang Hak Azazi Manusia, Bandung: Citra Umbara.

 

E.  Internet

 

International Commission of Jurist, (2003). PKn Kita Gagal www.aksara.org/jurnal-detail.asp? item – id = 3D275 (10 September 2003)

Udin Saripudin Winataputra, (2003). Pendidikan Kewargagaan, www.kompas. com/kompas. cetak/0101/24/ dikbud/pkn do9.htm. (10 September 2003)

 

 

 

 

 

 

23

 
 


RIWAYAT HIDUP

Tukiran, dilahirkan  tanggal 08 Mei 1954 di Ronggojati Batuwarno Wonogiri, Jawa Tengah merupakan putra ketiga dari tiga bersaudara, putra pasangan Taniredja (alm) dan Ghimah (Alm).

Masuk sekolah pada usia enam tahun di SD Trangkang  Sumberagung Batuwarno Wonogiri, dan tamat pada tahun 1966, langsung melanjutkan di SMP Muhammadiyah Surupan Bulurejo Nguntoronadi Wonogiri, dan tamat tahun 1969.

 Setelah tamat SMP tidak dapat melanjutkan sekolah, karena orang tua tidak mampu membiayai, sehingga harus istirahat/menganggur. Alhamdulillah atas pertolongan Allah SWT, pada tahun 1970, ada seorang yang sangat baik hati di Semarang (Keluarga Bapak Soetarmanto) berkenan mengambilnya sebagai pembantu rumah tangga/jongos dan tahun 1971 berkenan pula menyekolahkan di SPG Negeri Semarang, tamat tahun 1973, sungguh penulis sangat berhutang budi.

                Setahun berikutnya, 1974 mulai mengajar di SD Muhammadiyah 2 Semarang, dan pada tahun 1977 diangkat sebagai CPNS pada SD Wonotingal Semarang. Karena belum ada biaya, belum berani untuk melanjutkan kuliah. Baru setelah ada sedikit dana dari gaji guru SD, tahun 1978 mulai melanjutkan kuliah di IKIP Veteran Semarang, Jurusan Civics Hukum dan tamat Sarjana Muda (BA) pada tahun 1982. Di samping mengajar di SD, juga mengajar di SMP Muhammadiyah 2 Semarang, SMP Kartiyoso Semarang, Kursus Persamaan SMP dan SMA Cordova Semarang dan di SMEA Swadaya Semarang. Diperkirakan ada biaya , tahun 1984  mulai melanjutkan lagi ke Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) untuk jenjang S1 Jurusan PMP, dan tamat S1 tahun 1986.

                Tahun 1988, keluar dari PNS guru SD, dan mencoba mengikuti tes di Kopertis Wilayah VI Jawa Tengah, dan alhamdulillah lulus dan sejak  1 Maret 1988 di tempatkan di IKIP Muhammadiyah Purwokerto (sekarang Universitas Muhammadiyah Purwokerto) hingga sekarang.

                Tahun 1998, Badan Pelaksana Harian UMP memberikan kesempatan dan pendanaan kepada penulis untuk melanjutkan di S2 Unsoed Purwokerto pada Program Studi Magister Manajemen (MM), dan alhamdulillah pada tahun 2000  S2 dapat diselesaikan (waktu studi 17 bulan).

                Tahun 2002, Badan Pelaksana Harian UMP memberikan kesempatan dan pendanaan lagi  kepada penulis untiuk melanjutkan lagi ke S3 di Universitas Pendidikan Indonesia di Bandung (UPI). Di UPI mengambil jurusan PIPS. Alhamdulilillah meski jauh, tetapi kuliah lancar. Lebih bersyukur lagi mendapatkan bea siswa BPPS.

24

 
                Khusus dalam bidang PKn, pada tahun 1995 Rektor UMP mengirim penulis untuk mengikuti Kursus Calon Dosen Kewiraan (Suscadoswir) angkatan XXXVI di Lemhannas Jakarta selama dua bulan. Penulis aktif mengikuti berbagai macam kegiatan dosen-dosen Pendidikan Kewarganegaraan, seperti lokakarya tingkat nasional maupun regional wilayah Jateng DIY, termasuk juga penataran dosen PKn/CE khusus dosen PKn/CE Perguruan Tinggi Muhammadiyah se-Indonesia yang diselenggarakan oleh Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah. Saat ini sebagai dosen Kopertis Wilayah VI Jateng yang diperbantukan di Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Jabatan akademik  Lektor Kepala untuk matakuliah PKn. Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah menunjuk sebagai koordinator Dosen PKn/CE pada Universitas Muhammadiyah Purwokerto, sampai sekarang.

                Di antara karya ilmiah yang disusunnya adalah : 1) Tanggapan Warga Kec. Cimanggu Kab. Cilacap terhadap Pelaksanaan Pendidikan Dasar 9 Tahun ( 1998); 2) Studi Kasus Hambatan Pemberdayaan Wiraswasta Pemuda Grumbul Pekodokan Wlahar Wangon Banyumas (1999); 3) Tanggapan Guru Sekolah Dasar terhadap Pelaksanaan pelajaran Muatan Lokal Budaya Banyumasan (2002); 4) Pengaruh Gaya Kepemimpinan terhadap Motivasi Kerja dan Prestasi Kerja Guru dan Karyawan MAN Purwokerto 2(2003); 5) Hubungan antara Kepribadian, Kedisiplinan dengan Prestasi Belajar PPKn Siswa SMU Negri se- Kabupaten Banjarnegara (2003); 6) Penerapan Metode Diskusi untuk Meningkatkan Pembelajaran PKn di Perguruan Tinggi (2004); 7) Pengaruh Budi Pekerti dan Kedisiplinan terhadap Prestasi Belajar PPKn Siswa SMA Negeri se- Kabupaten Banyumas (2005).

                Selain hasil penelitian di atas, juga aktif menulis dan seminar, antara lain : 1) Memantapkan Ketahanan Nasional Bidang Ideologi terhadap Ancaman dari Luar (makalah dipublikasikan pada Majalah Jumpa No. 4. Th.III/ Maret 1998, ISSN No.0853-9162); 2) Penataan Sistem dan Peningkatan Kualitas Pendidikan Tinggi ( Makalah Dipublikasikan pada Majalah Saintek No. 7 Th.II/Juli 1998, ISSN No. 0852-1468); 3). Hubungan antara Gaya Kepemimpinan dengan Motivasi Kerja dan Prestasi Kerja (makalah dipublikasikan pada Majalah Jumpa No. 2. Th.VI/ Januari 2003, ISSN No.0853-9162 ; 4). Islam dan Nasionalisme Arab (makalah dipublikasikan pada Majalah Islamadina Jurnal Pemikiran Islam Volume III No.2, Juli 2004, ISSN : 1412-4777; 5) Pengambilan Keputusan yang Demokratis, Makalah disampaikan pada Pelatihan Stakeholders dosen PKn, AIK dan pengelola LPM PTM se- Indonesia di Kaliurang Yogyakarta, 11 Agustus 2004; 6) Sekilas tentang Muhammadiyah dan Amal Usahanya (Makalah dipublikasikan dalam buku “Membaca Itu Indah”, UPI Press, 2005, ISBN 979-3786-03-5); 7). Tantangan dan Pemberdayaan Pesantren di masa Depan (makalah dipublikasikan pada Majalah Islamadina Jurnal Pemikiran Islam Volume IV No.2, Juni 2005, ISSN : 1412-4777).

25

 
                Penulis menikah dengan gadis Semarang, Kartinah binti Karsiman pada tahun 1980, dan alhamdulillah Allah SWT telah menganugerahi tiga orang putra. Putra pertama Teja Arief , PNS pada Pusat Riset Teknologi Kelautan, Badan Riset Kelautan dan Perikanan, Departemen Kelautan dan Perikanan. Putra kedua Muhammad Hamka sedang menyelesaikan skripsinya di Fakultas Teknik Jurusan  Teknik Informatika Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, dan putra ketiga Muhammad Abduh masih duduk di kelas 3 SLTP Negeri 2 Purwokerto.

 

 

 

 

 

 

 

26